Melalui Fenomena Rashdul Kiblat, Kanwil Kemenag Sulbar Pastikan Akurasi Arah Kiblat Masjid Washathiyah

Kanwil Kemenag Sulbar Pastikan Akurasi Arah Kiblat Masjid Washathiyah

Mamuju (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat untuk memastikan kembali akurasi arah kiblat Masjid Washathiyah, yang dikenal sebagai Masjid "Ka'bah", di lingkungan Kanwil Kemenag Sulbar. Pengamatan yang dilaksanakan di halaman Kanwil Kemenag Sulbar ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga ketepatan arah kiblat sekaligus memperkuat penerapan ilmu falak melalui fenomena astronomi ketika Matahari tepat berada di atas Ka'bah di Makkah, Kamis (16/7/2026).

Pengamatan dipimpin Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Sulbar, H. Misbahuddin, bersama Tim Urusan Agama Islam (Urais), serta disaksikan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) beserta jajaran ASN Kanwil Kemenag Sulbar.

Dalam arahannya, H. Misbahuddin menjelaskan bahwa Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi yang dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat. Ketika Matahari tepat berada di atas Ka'bah, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah kiblat, sehingga dapat dijadikan acuan dalam menentukan arah kiblat tanpa memerlukan peralatan berteknologi tinggi.

"Fenomena ini merupakan cara sederhana untuk mengecek arah kiblat. Cukup menggunakan tongkat atau benda yang berdiri tegak di atas permukaan yang datar dan rata. Pada waktu yang telah ditentukan, bayangan yang terbentuk menjadi penunjuk arah kiblat yang akurat," ujar Misbahuddin.

Ia menambahkan bahwa ketelitian dalam menentukan arah kiblat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah. Menurutnya, penyimpangan satu derajat saja dapat menggeser arah kiblat hingga sekitar 111 kilometer dari posisi yang seharusnya.

"Momentum Rashdul Kiblat menjadi kesempatan yang baik untuk memastikan kembali arah kiblat masjid maupun rumah. Dengan metode sederhana ini, hasil pengukuran dapat diperoleh secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tambahnya.

Pelaksanaan pengamatan sempat diwarnai kondisi langit yang mendung sehingga posisi Matahari tertutup awan beberapa menit menjelang waktu pengamatan. Namun, tepat sekitar pukul 17.27 WITA, awan mulai terbuka dan bayangan tongkat terlihat dengan jelas. Momen tersebut kemudian dimanfaatkan tim untuk menarik garis bayangan sebagai acuan penentuan arah kiblat.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa arah kiblat Masjid Washathiyah, yang dikenal sebagai Masjid "Ka'bah", telah sesuai dengan arah kiblat yang ditunjukkan melalui fenomena Rashdul Kiblat. Hasil ini semakin menegaskan akurasi arah kiblat masjid yang menjadi salah satu pusat aktivitas ibadah di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sulbar menegaskan komitmennya dalam memperkuat penerapan ilmu falak sebagai bagian dari pelayanan keagamaan. Fenomena Rashdul Kiblat menjadi salah satu metode ilmiah yang sederhana, mudah diterapkan, dan akurat dalam memastikan ketepatan arah kiblat, sekaligus menunjukkan harmoni antara perkembangan ilmu pengetahuan dan pelaksanaan syariat Islam.


Wilayah LAINNYA