Kakanwil Kemenag Sulbar Tekankan Peran Atasan Langsung dalam Monitoring dan Pengendalian Kinerja ASN Melalui E-SARAku

Koordinasi penguatan E-Saraku

Mamuju (Humas Kanwil Kemenag Sulbar)— Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Penguatan Peran Atasan Langsung dalam Monitoring, Pembinaan, dan Pengendalian Kinerja ASN melalui aplikasi E-SARAku secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala KUA, kepala madrasah, serta ASN Kementerian Agama se-Sulawesi Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulbar, H. Suharli, serta perwakilan madrasah dari berbagai daerah, di antaranya MAN 1 Mamuju, MTsN 1 Majene, MAN Polewali Mandar, MIN 3 Polewali Mandar, MIN 1 Polewali Mandar, MTsN 1 Mamuju, MAN Pasangkayu, dan sejumlah satuan kerja lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, M.A., dalam arahannya menegaskan bahwa E-SARAku bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.

“E-SARAku adalah komitmen kita bersama. Ini merupakan instrumen kinerja yang membantu memastikan setiap ASN bekerja sesuai tugas dan fungsinya serta dapat dipantau secara objektif,” ujar Adnan Nota.

Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan implementasi E-SARAku terletak pada peran aktif atasan langsung dalam melakukan monitoring terhadap kinerja bawahannya. Melalui sistem tersebut, setiap aktivitas ASN dapat dipantau dan dievaluasi secara berjenjang sehingga pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Monitoring harus dilakukan oleh atasan langsung. Jangan sampai aplikasi ini hanya menjadi sarana input data, tetapi tidak dimanfaatkan sebagai alat pembinaan dan pengendalian kinerja,” tegasnya.

Adnan Nota juga menyampaikan bahwa berbagai kendala dan masukan yang muncul dalam penggunaan aplikasi E-SARAku terus menjadi perhatian. Berbagai keluhan pengguna telah ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh tim kerja Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Agama agar aplikasi semakin efektif dan mudah digunakan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya pengendalian kinerja agar aktivitas yang dilaporkan benar-benar berkaitan dengan tugas dan fungsi ASN. Pengendalian dilakukan untuk memastikan laporan kinerja tidak diisi dengan kegiatan yang tidak relevan dengan pekerjaan kedinasan.

“Pengendalian diperlukan agar aktivitas yang dilaporkan benar-benar mendukung tugas dan fungsi ASN. Pada akhirnya semua bermuara pada SKP dan tunjangan kinerja,” jelasnya.

Saat ini, jumlah ASN Kementerian Agama di Sulawesi Barat tercatat sebanyak 4.085 orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah aktif menggunakan E-SARAku, namun masih terdapat ASN yang perlu terus didorong agar memanfaatkan aplikasi tersebut secara optimal.

Karena itu, Kakanwil mengajak seluruh pimpinan satuan kerja untuk memberikan pendampingan dan memastikan setiap ASN memahami pentingnya pelaporan kinerja melalui E-SARAku.

“Kita dorong teman-teman yang belum aktif agar benar-benar mendapat pendampingan dan arahan. Ini bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme ASN Kementerian Agama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulbar, H. Suharli, menegaskan bahwa kegiatan penguatan ini merupakan agenda yang sangat penting dan mendesak untuk memastikan implementasi E-SARAku berjalan optimal di seluruh satuan kerja.

Menurutnya, keberhasilan penerapan E-SARAku sangat bergantung pada sinergi antara pimpinan dan ASN dalam membangun budaya kerja yang disiplin, terukur, dan berorientasi pada hasil.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berharap peran atasan langsung dalam monitoring, pembinaan, dan pengendalian kinerja ASN semakin kuat sehingga implementasi E-SARAku dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan dan kinerja organisasi.


Wilayah LAINNYA