Polewali Mandar (Kemenag Sulbar) – Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber BBM) Tahun 2026 resmi digelar di Provinsi Sulawesi Barat, Senin (16/2/2026). Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat turut mengambil bagian dalam gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia tersebut dengan menurunkan personel ke sejumlah masjid yang tersebar di berbagai kabupaten.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kick off Geber BBM 2026 yang dilaksanakan secara nasional oleh Kemenag RI sebagai bentuk komitmen menghadirkan rumah ibadah yang bersih, sehat, dan nyaman. Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, program ini juga menjadi upaya menumbuhkan budaya gotong royong serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan di Masjid Nailul Ma'mul, Polewali Mandar. Ia menegaskan bahwa gerakan ini merupakan implementasi nyata arahan Kemenag RI agar masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan umat yang terawat dan menenteramkan.
“Geber BBM ini adalah gerakan nasional yang kita tindak lanjuti dengan aksi nyata di daerah. Masjid adalah rumah bersama umat, sehingga kebersihan dan kenyamanannya menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Berdasarkan data Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar, ratusan masjid di Sulawesi Barat menjadi titik pelaksanaan Geber BBM 2026. Kegiatan yang melibatkan ASN Kemenag, pengurus masjid, dan masyarakat sekitar tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan.
Melalui gerakan ini, nilai ukhuwah Islamiyah kian menguat, sekaligus menegaskan peran masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan, dan pemersatu umat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi cerminan bahwa kerja bersama akan menghadirkan dampak yang luas dan bermakna.
Dengan lingkungan masjid yang bersih dan tertata, jamaah diharapkan semakin khusyuk dalam beribadah serta siap menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan hati yang bersih dan penuh suka cita.
Menariknya, semangat gerakan ini juga menular ke komunitas lintas iman. Di hari yang sama, umat beragama lain turut melakukan aksi bersih-bersih di rumah ibadah masing-masing, seperti di pura, vihara, gereja Kristen, dan gereja Katolik, sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan dalam merawat ruang ibadah.
Partisipasi lintas iman ini menjadi potret nyata moderasi beragama yang hidup dan tumbuh di Sulawesi Barat. Nilai kebersamaan, saling menghormati, dan kepedulian terhadap lingkungan terbangun secara alami, menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk bekerja bersama demi kebaikan bersama.