Kesejahteraan Guru Swasta Terus Diperjuangkan

Kunjungan Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Pesantren Al Mizan, Majalengka, Jawa Barat

Majalengka (Kemenag) --- Kementerian Agama dan DPR sepakat untuk terus memperjungkan kesejahteraan guru swasta. Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik (Kunsfik) Komisi VIII DPR di Pondok Pesantren Al Mizan, Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. 

Kunsfik terkait penguatan tata kelola pendidikan keagamaan di lingkungan madrasah ini dipimpin Wakil Ketua Kominis VIII DPR, Ansory Siregar.

Kepala Kannwil Jawa Barat, Dudu Rohman menyampaikan bahwa madrasah dan pesantren di tanah pasundan cukup banyak. Jumlah guru swastanya juga banyak. 

"Alhamdulillah madrasah atau pesantren di Jabar ini, terus mendapat perhatian dari Kemenag dan Komisi VIII DPR RI selaku mitra. Terima kasih atas kunjungan kali ini, karena di setiap kunjungan Kemenag atau Komisi VIII kesini, pasti membawa keberkahan," kata Dudu Rohman, Kamis (12/2/2026). 

"Madrasah dan pesantren berdiri dengan tujuan menyebarkan nilai-agama, aqidah, syariah di tengah masyarakat," sambungnya. 

Dudu Rohman menjelaskan bahwa dengan nilai-nilai yang terus dikembangkan pesantren dan madrasah tentu menjadikan masyarakat dapat bersosial dengan baik dengan menghadirkan nilai-nilai kemanfaatan hablum minallah dan hablum minannas. Madrasah dan pesantren juga berkontribusi dalam menjadikan masyarakat dan anak-anak bangsa yang sehat jasmani rohani. Di dalamnya tak dipungkiri peran guru ambil bagian yang tidak terpisahkan dalam mencerdaskan anak bangsa. 

"Kontribusi Kemenag dan Komisi DPR RRI tentu nyata yakni adanya nilai-nilai kesejahteraan. Semisal guru honorer yang terus diperjuangkan oleh Kemenag dan Kom VIII DPR RI hingga saat ini," kata Dudu Rohman.

Hal senada disampaikan pimpinan kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar. Dia menjelaskan bahwa persoalan kesejahteraan guru swasta ini akan terus diperjuangkan. Peran para guru sangat banyak untuk bangsa Indonesia. 

"Para guru dan pengelola madrasah harus kreatif untuk melihat tantangan menjadi peluang. Semisal, lulusannya harus bisa kompetitif dengan sekolah umum lainnya," kata Ansory Siregar. 

Di tengah pertemuan ini, selain berdialog dengan para guru pesantren dan madrasah, Kemenag melalui Kasubdit Muadalah dan Diniyah Formal, Direktorat Pesantren, Endi Suhendi, menyerahkan bantuan Rp 100 juta kepada Pesantren Al Mizan. 

Tampak hadir, Kankemenag Majalengka, Agus Sutisna, Bupati Majalengka, Eman Suherman, para guru, dan pengurus pesantren Al Mizan, Majalengka.

 

Kontributor : M Arif Efendi
Editor : Moh Khoeron
Fotografer : Isykariman Ismail


Wilayah LAINNYA