Dari Ekoteologi hingga Kampung BBAQ, Kemenag Sulbar Dorong Gerakan Nyata di KUA

koordinasi Bidang Bimas Islam

Kementerian Agama Sulawesi Barat terus mendorong lahirnya aksi nyata dalam gerakan ekoteologi. Hal itu kembali ditegaskan Kakanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, saat memimpin rapat koordinasi Bidang Bimas Islam secara daring, Jumat (29/8/2025). 

Menurutnya, ekoteologi bukan sekadar wacana atau program yang menunggu anggaran, tetapi harus menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari semangat gotong royong seluruh aparatur KUA.

Bahkan, bagi KUA yang tidak memiliki lahan, inovasi sederhana seperti pemanfaatan pot, polibag, hingga menanam semangka di sela batako dapat menjadi bukti kepedulian terhadap lingkungan. “Gerakan ini harus hidup di tengah masyarakat, dan setiap KUA wajib menghadirkan tanda-tanda nyata, bukan hanya cerita di atas kertas,” tegas Adnan.

Lebih jauh, Kakanwil juga menekankan pentingnya kedisiplinan ASN dalam memberikan pelayanan publik. Ia menilai kehadiran tepat waktu, kejujuran, serta tanggung jawab adalah cermin dari integritas pegawai Kemenag. “Disiplin itu bukan sekadar aturan, melainkan wujud pengabdian kepada umat,” ujarnya.

Di penghujung arahannya, Adnan mengingatkan bahwa Kemenag Sulbar juga tengah mendorong lahirnya kampung-kampung BBAQ (Baca, Belajar, Amalkan, Qur’an) di setiap desa. Harapan itu, katanya, jangan berhenti pada narasi semata. Kehadirannya harus dibuktikan melalui langkah-langkah nyata yang bisa dirasakan masyarakat


Wilayah LAINNYA