Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulbar Berbagi Takjil, Wujud Nyata Toleransi di Bulan Ramadan

Bimas Kristen bagi takjil

Mamuju — Semangat berbagi dan kebersamaan lintas agama menjadi warna yang indah dalam kegiatan pembagian 400 paket takjil yang dilaksanakan oleh Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi strategis, yaitu pasar ikan dekat Kantor Kemenag Sulbar dan sekitar RS Punggawa Malolo Mamuju. Di pasar, para ASN menyisir pedagang satu per satu, sementara di sekitar rumah sakit, paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat yang melintas.

Meski hujan rintik-rintik menyapa sore itu, semangat para ASN untuk berbagi tetap tinggi. Dengan senyum dan antusiasme, mereka menyapa masyarakat, pengendara, dan pedagang, menyerahkan paket takjil sebagai bekal berbuka puasa. Setiap paket dibagikan dengan kehangatan dan sikap saling menghormati, mencerminkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang menjadi semangat hidup beragama di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata moderasi beragama, di mana kepedulian sosial dan kasih sayang diwujudkan tanpa memandang latar belakang agama maupun perbedaan lainnya. Momentum Ramadan dimaknai sebagai ruang untuk menumbuhkan solidaritas kemanusiaan dan mempererat persaudaraan lintas iman.

Aksi berbagi takjil ini melibatkan berbagai unsur lintas lembaga dan komunitas, antara lain Penyelenggara Bimas Kristen Kemenag Kabupaten Mamuju, Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), serta para Penyuluh Agama Kabupaten Mamuju. Partisipasi lintas unsur ini menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar kata, melainkan aksi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulbar ingin menyampaikan pesan bahwa “Joyful Ramadan” bukan hanya dirasakan oleh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga menjadi kegembiraan bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Ramadan menjadi momen untuk saling berbagi, menebar kasih sayang, dan memperkuat harmoni kehidupan beragama.

Aksi sederhana di sore hari itu menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah jembatan yang mampu menyatukan perbedaan. Semangat ini sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga kerukunan umat beragama di Sulawesi Barat, menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya prinsip, tetapi nyata dalam tindakan.


Wilayah LAINNYA