Mamasa - Umat Hindu transmigrasi melaksanakan Piodalan Purnama Sasih Kawolu dengan penuh khidmat di Pura Giri Kusuma, Puncak Rano, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada tahun 2016. Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh 10 Kepala Keluarga (KK) umat Hindu transmigrasi sebagai wujud penguatan śraddhā dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Pelaksanaan piodalan berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat nilai spiritual. Persembahyangan bersama ini turut didampingi oleh Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu Provinsi Sulawesi Barat, yang hadir membersamai umat sebagai bentuk komitmen pembinaan dan pendampingan keagamaan di wilayah transmigrasi dan daerah minoritas.
Dalam rangkaian kegiatan, Penyuluh Agama Hindu Thomas Tato’ menyampaikan dharma wacana mengenai makna Tri Hita Karana sebagai dasar keharmonisan hidup. Ia menegaskan bahwa keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan alam (Palemahan) merupakan kunci terciptanya kehidupan yang rukun, damai, dan sejahtera, khususnya bagi umat Hindu transmigrasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan sambutan dari Ketua Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) Provinsi Sulawesi Barat, I Ketut Pindah, yang menyampaikan tentang keberadaan serta program kerja RBKS Prov. Sulbar. Ia menjelaskan bahwa RBKS hadir sebagai wadah pembinaan keluarga Hindu guna memperkuat ketahanan keluarga, nilai moral, serta keharmonisan rumah tangga berlandaskan ajaran agama Hindu.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu Provinsi Sulawesi Barat, Gede Cameng Janardana, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya śraddhā dan bhakti yang dilaksanakan dengan berlandaskan lascarya, yakni ketulusan dan keikhlasan tanpa pamrih. Ia mengajak umat untuk memaknai bhakti tidak hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap hidup, pelayanan, serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari penguatan sarana keagamaan, kegiatan piodalan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sarana kepemangkuan berupa genta, bantuan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang pelaksanaan tugas kepemangkuan serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Pura Giri Kusuma.
Melalui perayaan Piodalan Purnama Sasih Kawolu ini, umat Hindu transmigrasi di Puncak Rano semakin memperkokoh śraddhā dan bhakti, mempererat kebersamaan, serta merasakan kehadiran pembinaan dan dukungan berkelanjutan dari penyuluh agama dan lembaga keumatan dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama. 02/02/2026
Kontributor : Janardana