Jakarta (Kemenag) ---- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pendidikan menjadi salah satu dari delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang menjadi fokus Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pemerintah menargetkan percepatan perbaikan sarana pendidikan hingga seluruh sekolah di Indonesia berada dalam kondisi layak dan aman.
“RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk 8 Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN yaitu Kedaulatan Pangan, Kemandirian Energi dan Air, Pendidikan, Kesehatan, Hilirisasi dan Industrialisasi, Infrastruktur, Perumahan dan Ketahanan terhadap Bencana, Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Desa, serta Penurunan Kemiskinan,” kata Presiden Prabowo dalam Pidato Penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, delapan prioritas tersebut akan didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi. Untuk menjalankan agenda tersebut, pemerintah merencanakan Belanja Negara 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dibandingkan Rp3.842,7 triliun dalam APBN 2026.
Dalam bidang pendidikan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memastikan seluruh sekolah memiliki lingkungan belajar yang aman, bersih, dan layak. “Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun. Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih. Layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak,” ujarnya.
Presiden Prabowo menyebut pemerintah telah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah hingga sekarang. “Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2008 sebanyak 100.000. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi,” ujarnya,” kata Prabowo.
Perluas Akses Pembelajaran Digital
Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Prabowo mengatakan seluruh ruang kelas akan dilengkapi layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP).
Pemerintah menargetkan pada akhir Desember 2026 seluruh sekolah menerima tambahan tiga layar IFP. Dengan demikian, sekolah yang sebelumnya telah menerima satu layar akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat tersebut.
“IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar,” ujar Prabowo.
Pemanfaatan teknologi tersebut juga akan diarahkan untuk memperluas akses siswa terhadap pengajaran berkualitas. Pemerintah, kata Presiden, akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh melalui siaran pendidikan yang memungkinkan guru-guru terbaik mengajar siswa dari studio guru di Jakarta atau ibu kota provinsi.
“Kita juga akan mengadakan long distance learning pembelajaran lewat siaran jarak jauh. Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota, ibu kota provinsi,” katanya.
Menurut Presiden, digitalisasi pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi pengadaan perangkat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan kualitas pembelajaran antarwilayah. “Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan,” tegasnya.
Di sisi pembiayaan pendidikan, Presiden juga menyatakan pemerintah akan memperjuangkan agar seluruh sekolah negeri tidak memungut biaya kepada peserta didik. “Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran,” kata Prabowo.
Pemerintah menggabungkan pembenahan fasilitas sekolah, pemanfaatan teknologi pembelajaran, pemerataan akses terhadap guru berkualitas, serta penguatan akses pendidikan tanpa biaya di sekolah negeri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.