Pesta Pelindung Paroki St. Mikael Tobadak dan Pelantikan Pengurus LP3KD Mamuju Tengah

Pesta Pelindung Paroki St. Mikael Tobadak dan Pelantikan Pengurus LP3KD Mamuju Tengah

Minggu, 27 September 2026, menjadi hari yang istimewa dan bersejarah bagi umat Katolik di Paroki St. Mikael Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Pada hari ini, umat merayakan Pesta Pelindung Paroki St. Mikael sekaligus menjadi momentum pelantikan Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Mamuju Tengah.

Secara liturgis, pesta pelindung St. Mikael diperingati setiap tanggal 29 September. Namun, perayaan di Paroki St. Mikael Tobadak dimajukan ke hari Minggu, 27 September 2026, agar dapat dirayakan bersama umat sekaligus dirangkaikan dengan agenda pelantikan pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 08.00 WITA dan berlangsung kurang lebih dua jam. Perayaan dipimpin langsung oleh Vikep Sulawesi Barat sekaligus Wakil Uskup Keuskupan Agung Makassar, P. Oc. Sam Bureny, Pr., didampingi oleh Pastor Paroki St. Mikael Tobadak, P. Fredy Jampur, CMF, bersama tiga konfrater.

Perayaan Ekaristi dihadiri sekitar 650 umat Katolik yang berasal dari 22 stasi dalam wilayah Paroki St. Mikael Tobadak. Kehadiran umat dari berbagai stasi tersebut menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap paroki serta pelindungnya, St. Mikael.

Dalam homilinya, P. Oc. Sam Bureny mengajak umat untuk terus meneladani St. Mikael sebagai pelindung paroki. St. Mikael menjadi teladan dalam kesetiaan, ketaatan, keberanian, dan keteguhan dalam menjalankan tugas serta panggilan yang dipercayakan Tuhan. Umat diajak untuk tidak hanya merayakan pesta pelindung secara seremonial, tetapi menjadikan semangat St. Mikael sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Iman harus diwujudkan dalam kesetiaan terhadap tugas, pelayanan kepada sesama, keberanian memperjuangkan kebenaran, serta kesediaan menjadi pribadi yang membawa damai di tengah masyarakat.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, umat bersama panitia mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk acara pelantikan Pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah.
Sekitar pukul 11.45 WITA, Bupati Mamuju Tengah Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si., bersama Sekretaris Daerah, Litha Febriani dan rombongan tiba di kompleks Paroki St. Mikael Tobadak. Kedatangan Bupati dan rombongan disambut dengan tarian Ja’i yang dibawakan oleh umat Paroki St. Mikael Tobadak.

Umat yang telah menunggu sejak pagi berdiri menyambut kehadiran Bupati beserta rombongan. Suasana semakin meriah dengan penampilan lagu dan tarian yang dibawakan oleh anak-anak Sekami Paroki St. Mikael Tobadak.

Agenda utama berikutnya adalah pelantikan Pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah. Pengurus yang telah terpilih dilantik secara langsung oleh Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si. Dalam kepengurusan yang baru, Arman dipercaya sebagai Ketua LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Dalam prosesi pelantikan tersebut, P. Oc. Sam Bureny, Pr. bertindak sebagai rohaniwan, sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah, Bapak Muh. Hatta, bertindak sebagai saksi.
Pelantikan tersebut menjadi awal baru bagi LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah untuk semakin aktif dalam pembinaan dan pengembangan kehidupan umat Katolik, khususnya melalui kegiatan Pesparani. Lebih dari sekadar organisasi, LP3KD diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan potensi umat, terutama generasi muda, sekaligus memperkuat kontribusi umat Katolik dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan tarian yang dibawakan oleh anak-anak Paroki St. Mikael Tobadak.

Selanjutnya, P. Fredy Jampur, CMF, selaku Pastor Paroki St. Mikael Tobadak, menyampaikan laporan kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menyapa seluruh tamu undangan dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas kehadiran Bupati Mamuju Tengah, Sekretaris Daerah, jajaran pemerintah daerah, pengurus FKUB, pemerintah desa, serta seluruh tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam perayaan tersebut menjadi tanda bahwa kehidupan menggereja tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Ketua FKUB Kabupaten Mamuju Tengah, Bapak H. Kasmin, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kehidupan kerukunan umat beragama di wilayah Mamuju Tengah, khususnya di Desa Polongaan dan sekitarnya. Ia menyampaikan bahwa kehidupan beragama di wilayah tersebut telah menunjukkan praktik toleransi dan kebersamaan yang baik.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap umat Katolik yang dinilainya menunjukkan kedisiplinan dan komitmen dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kerja sama dan kehidupan harmonis yang telah terbangun selama ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Selanjutnya, Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Ketua LP3KD Provinsi Sulawesi Barat, Anton Ranteallo, S.S., M.Pd., menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Anton Ranteallo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Mamuju Tengah beserta Sekretaris Daerah dalam kegiatan gerejani tersebut.

Kehadiran Bupati di kompleks gereja menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan dan komunikasi antara pemerintah daerah dengan umat Katolik. Ia menegaskan bahwa persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun perlu terus dipelihara dan ditingkatkan.

“Persaudaraan dan kebersamaan yang sudah kita bangun selama ini jangan berhenti di sini. Mari kita rawat, kita tingkatkan, dan kita wujudkan dalam karya nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat," ajak Pembimas.

Kepada pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah yang baru dilantik, Anton berharap agar seluruh pengurus dapat bekerja secara maksimal, solid, dan bertanggung jawab. LP3KD diharapkan tidak hanya aktif ketika pelaksanaan Pesparani, tetapi mampu menjadi wadah pembinaan dan pengembangan potensi umat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dapat memberikan dukungan terhadap persiapan dan keikutsertaan kontingen Sulawesi Barat dalam Pesparani Katolik Nasional 2027 di Manado.

Vikep Sulawesi Barat, P. Oc. Sam Bureny, Pr., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Bupati Mamuju Tengah, Sekretaris Daerah, pengurus FKUB, pemerintah desa, serta seluruh tamu undangan. Ia mengajak umat Katolik untuk semakin solid dan sungguh-sungguh dalam mewujudnyatakan iman melalui kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, iman tidak cukup hanya dirayakan dalam gereja, tetapi harus tampak dalam kehidupan sosial, dalam pelayanan, dalam kepedulian terhadap sesama, serta dalam usaha membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus memberikan perhatian terhadap kehidupan umat Katolik melalui berbagai program pembangunan dan pembinaan, termasuk dukungan terhadap kegiatan Pesparani Katolik.

Puncak sambutan ditandai dengan penyampaian sambutan oleh Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si. Bupati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kehidupan kerukunan umat beragama di Kabupaten Mamuju Tengah. Bupati mengakui bahwa untuk pertama kalinya ia berkesempatan memasuki kompleks Gereja Katolik St. Mikael Tobadak.

Namun demikian, ia menyampaikan bahwa umat Katolik yang hadir dalam kegiatan tersebut bukanlah orang-orang yang asing baginya karena selama ini sering bertemu dalam berbagai kesempatan, baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam kehidupan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi apa yang disampaikan Ketua FKUB mengenai kehidupan kerukunan di Mamuju Tengah. Menurutnya, kondisi kerukunan yang telah berjalan baik perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk kebersamaan dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Sebagai ungkapan syukur atas seluruh rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Bupati Mamuju Tengah dipersilakan melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Pastor Paroki St. Mikael Tobadak, P. Fredy Jampur, CMF.

Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan makan bersama. Bupati Mamuju Tengah bersama rombongan berbaur dengan umat di halaman gereja dalam suasana penuh keakraban. Hidangan yang telah dipersiapkan oleh umat menjadi simbol sederhana namun bermakna: bahwa persaudaraan tidak hanya dibicarakan dalam sambutan, tetapi juga dirasakan dalam kebersamaan, duduk bersama, berbagi makanan, dan saling menyapa tanpa sekat.

Pesta Pelindung Paroki St. Mikael Tobadak tahun ini meninggalkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar sebuah perayaan tahunan. St. Mikael mengajarkan tentang kesetiaan dan keberanian dalam menjalankan tugas yang dipercayakan Tuhan.

Nilai itu menjadi semakin relevan ketika umat dipanggil untuk menghadirkan iman di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Perayaan ini juga memperlihatkan bahwa gereja dan pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, dapat duduk bersama dalam semangat persaudaraan. Perbedaan identitas tidak harus menjadi tembok pemisah. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekayaan yang memperkuat kehidupan bersama.

Pelantikan Pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah pun hendaknya tidak berhenti pada prosesi pengucapan sumpah dan penyerahan tugas. Pelantikan adalah awal dari sebuah perutusan. Ada tanggung jawab untuk bekerja, membangun koordinasi, mengembangkan potensi umat, membina generasi muda, dan menjadikan Pesparani sebagai ruang untuk memupuk persaudaraan, kreativitas, serta kontribusi umat Katolik bagi masyarakat.

Semangat yang dibangun dalam perayaan ini sejalan dengan pesan sederhana: iman yang dirayakan harus menjadi iman yang dihidupi, dan iman yang dihidupi harus menghasilkan kasih serta pelayanan.

Karena itu, Pesta Pelindung St. Mikael Tobadak bukan hanya tentang mengenang seorang pelindung, tetapi tentang memperbarui komitmen untuk menjadi umat yang setia, disiplin, solid, melayani, dan membawa damai. Demikian pula pelantikan LP3KD bukan sekadar pergantian atau pembentukan kepengurusan, melainkan sebuah panggilan untuk bekerja bersama dan menghadirkan karya yang berdampak. Dari Tobadak, pesan itu kembali diteguhkan: ketika iman, persaudaraan, kebersamaan, dan pelayanan berjalan bersama, gereja tidak hanya hadir untuk dirinya sendiri, tetapi turut menjadi berkat bagi masyarakat dan daerah.

Semoga Tuhan memberkati seluruh umat Paroki St. Mikael Tobadak, memberkati Pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah yang baru dilantik, serta memberkati seluruh pemimpin dan masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah dalam usaha bersama merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan membangun daerah.

Selamat Pesta Pelindung Paroki St. Mikael Tobadak. Selamat menjalankan tugas kepada Pengurus LP3KD Kabupaten Mamuju Tengah. Tuhan memberkati kita semua.


Wilayah LAINNYA