Menag Sebut Ditjen Pesantren Perkuat Kekhasan Pendidikan Islam Indonesia

Menag Nasaruddin Umar, saat Doorstop setelah rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI

Jakarta (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren menjadi bagian penting dalam memperkuat kekhasan pendidikan keislaman ala Indonesia. Menag mengatakan, pesantren memiliki distingsi tersendiri yang tumbuh dari tradisi kehidupan Islam di Indonesia.

“Pesantren itu lebih kepada distingsinya pendidikan keislaman ala Indonesia. Sejak Wali Songo itu, kita punya tradisi kehidupan Islam tersendiri. Jadi pesantren itu mengajarkan Islam moderat dan sebagainya,” ujar Menag usai menghadiri rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurut Menag, pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren juga menjadi bagian dari penguatan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan dan kontribusi pesantren. Ia menyebut hal tersebut berkaitan dengan kebijakan baru pemerintah yang memberikan perhatian khusus terhadap pesantren melalui pembentukan direktorat jenderal tersendiri.

“Karena kita punya nilai baru, kita juga punya Keppres baru. Ini sejarah yang kita buat, terutama Pak Presiden, karena inilah kali pertama pesantren mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah dengan adanya Keppres, penunjukan Direktorat Jenderal baru, Direktorat Jenderal Pesantren,” kata Menag.

Menag menjelaskan, selama ini pesantren memiliki peran besar dalam pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat. Namun, dukungan terhadap pesantren dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan keberadaan dan kontribusinya dalam sistem pendidikan nasional.

“Selama ini Pondok Pesantren ada 42.000 Pondok Pesantren, kurang mendapatkan anggaran yang serasi dengan pendidikan formal. Dengan adanya Direktorat Jenderal Pesantren ini, maka Pondok Pesantren ini diharapkan akan lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag menilai penguatan pesantren menjadi semakin penting di tengah tantangan moral yang dihadapi bangsa. Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi strategis dalam membentuk karakter dan moralitas generasi bangsa.

“Kontribusi Pondok Pesantren itu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan karakter dan moralitas bangsa yang sekarang banyak godaan. Jadi semakin kuat godaan masalah moralitas itu, maka sebetulnya Pondok Pesantren itu harus lebih diperkuat,” tutur Menag.

Menag berharap kehadiran Ditjen Pesantren dapat memperkuat peran pesantren sekaligus memastikan kekhasan pendidikan keislaman yang berkembang di Indonesia tetap terjaga.


Wilayah LAINNYA