Bertempat di Ruang Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Sulawesi Barat, Anton Ranteallo, SS, M.Pd, yang sekaligus menjabat sebagai Pembimas Katolik, melakukan koordinasi dengan Sekda Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Junda Maulana terkait rencana pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) IV di Provinsi Sulawesi Utara yang direncanakan berlangsung pada November 2027.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua LP3KD menyampaikan perkembangan persiapan pelaksanaan Pesparani IV, termasuk proses pengajuan dukungan pemerintah daerah. Disampaikan bahwa proposal pelaksanaan Pesparani IV telah mendapat disposisi dari Gubernur Sulawesi Barat dan selanjutnya telah diserahkan kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Barat untuk diproses lebih lanjut.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Murdanil. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pesparani IV, termasuk bantuan yang akan mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Atas komitmen dan dukungan yang disampaikan, Ketua LP3KD menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Dukungan tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pembinaan kehidupan keagamaan, sekaligus terhadap upaya membangun persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan di tengah masyarakat Sulawesi Barat.
Sebagai tindak lanjut, koordinasi teknis selanjutnya akan dilakukan bersama pihak Bagian Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Barat, terutama berkaitan dengan proses administrasi, dukungan anggaran, serta tahapan persiapan menuju pelaksanaan Pesparani IV pada November 2027.
Koordinasi awal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa Pesparani IV tidak hanya dipandang sebagai sebuah kegiatan perlombaan seni dan musik gerejani, tetapi sebagai ruang perjumpaan, persaudaraan, dan penguatan kerukunan umat beragama. Pesparani dapat menjadi momentum untuk menghadirkan kontribusi nyata umat Katolik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan sebagai bagian integral dari masyarakat Sulawesi Barat.
Komitmen pemerintah daerah yang mulai terlihat sejak tahap awal persiapan memberikan harapan bahwa Pesparani IV dapat dipersiapkan secara lebih terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan. Karena itu, koordinasi antara LP3KD, Pemerintah Provinsi, Kanwil Kementerian Agama, Keuskupan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Pesparani IV benar-benar hadir, melayani, dan berdampak bagi kehidupan umat dan masyarakat Sulawesi Barat. Semoga!