Kakanwil Kemenag Sulbar Laporkan Kesiapan Masjid Ramah Musafir pada Rakor Linsek Ops Ketupat Marano 2026

Rakor Linsek ops ketupat marwno 2026

Mamuju — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Operasi Ketupat Marano 2026 yang digelar di Auditorium Polda Sulbar pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.

Rakor tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., serta berbagai unsur lintas sektor lainnya. Di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI Angkatan Laut (TNI AL), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Basarnas, BPBD, Pertamina, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Sulawesi Barat.

Forum koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh instansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K., M.H., dalam arahannya menyampaikan bahwa pengamanan akan diperkuat melalui pendirian sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu di berbagai titik strategis.

“Dalam Operasi Ketupat Marano 2026 ini kita menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu di sejumlah titik strategis untuk memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa aman dan nyaman,” ujarnya

Kapolda juga menyoroti data kecelakaan lalu lintas pada periode sebelumnya. Pada tahun 2024 tercatat 37 kasus kecelakaan, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi 50 kasus, dengan rincian 46 tabrakan dan 12 kecelakaan tunggal.

“Kita tentu berharap dengan kesiapan dan sinergi lintas sektor pada tahun ini, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, melaporkan kesiapan program Masjid Ramah Musafir. Ia menjelaskan bahwa Kanwil Kemenag Sulbar telah menyiapkan 53 titik masjid yang tersebar di setiap kabupaten, terutama di sepanjang jalur Trans Sulawesi. Masjid-masjid tersebut akan difungsikan sebagai tempat persinggahan bagi para musafir yang membutuhkan waktu beristirahat selama perjalanan mudik.

“Indikator Masjid Ramah Musafir mencakup kesiapan area parkir, ruang istirahat, serta fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang memadai bagi para musafir,” ujar Adnan.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, para penyuluh agama dari Kementerian Agama akan turut bertugas di titik-titik tersebut dengan durasi pelayanan minimal 12 jam setiap hari. Kehadiran para penyuluh diharapkan tidak hanya membantu pelayanan teknis, tetapi juga memberikan suasana yang ramah dan menenangkan bagi para pemudik yang singgah.

Melalui partisipasi aktif dalam Rakor Linsek Operasi Ketupat Marano 2026 ini, Kanwil Kemenag Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Sulawesi Barat, agar dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan menjelang Hari Raya Idulfitri.


Wilayah LAINNYA