Jelang 10 Muharram, ASN Kemenag Sulbar Diajak Perkuat Kepedulian dan Pola Pikir Konstruktif

Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Sulbar, Misbahuddin

Mamuju (Humas Kanwil Kemenag Sulbar) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan apel pagi di halaman kantor Kanwil Kemenag Sulbar, Senin (22/6/2026). Apel tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Sulbar.

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Sulbar, H. Misbahuddin. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh ASN untuk mempersiapkan diri menyambut 10 Muharram yang dikenal sebagai momentum Lebaran Yatim, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim di lingkungan sekitar.

Menurutnya, peringatan 10 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat untuk menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

“Beberapa hari lagi kita akan memasuki 10 Muharram. Momentum ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli, lebih mengasihi, dan memberikan perhatian kepada anak-anak yatim di sekitar kita,” ujarnya.

Selain mengingatkan pentingnya kepedulian sosial, H. Misbahuddin juga menyampaikan pesan tentang cara pandang bagi para ASN dalam berkinerja. Ia menjelaskan bahwa secara umum terdapat dua tipe pola pikir yang kerap muncul di tengah ASN, yaitu fatalisme dan konstruktif.

Menurutnya, fatalisme adalah sikap yang menerima keadaan apa adanya tanpa disertai keinginan untuk melakukan perubahan. Sementara itu, pola pikir konstruktif mendorong seseorang untuk tetap menerima kenyataan yang ada, namun tidak berhenti untuk belajar, berbenah, dan berkembang ke arah yang lebih baik.

“Fatalisme adalah sikap menerima keadaan apa adanya dan cenderung bersikap masa bodoh terhadap perubahan. Sedangkan konstruktif berarti menerima keadaan, tetapi tetap memiliki semangat untuk tumbuh, belajar, dan berkembang menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia berharap seluruh ASN Kementerian Agama Sulawesi Barat senantiasa menumbuhkan pola pikir konstruktif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Dengan semangat tersebut, ASN diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Apel pagi berlangsung dengan tertib dan khidmat. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta komitmen ASN Kementerian Agama untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan umat.


Wilayah LAINNYA