Festival Rakyat Nusantara 2026, Kolaborasi Lintas Sektor Hidupkan UMKM dan Perkuat Harmoni Masyarakat Sulbar

Festival Rakyat Nusantara 2026

Mamuju – Semangat kebersamaan dan pemberdayaan masyarakat mewarnai pembukaan Festival Rakyat Nusantara 2026 di Anjungan Pantai Manakarra, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana bersama Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Danrem 142/Tatag, dan Bupati Mamuju Sutinah Suhardi ini menjadi ruang kolaborasi berbagai elemen untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman.

Festival selama sepuluh hari tersebut menghadirkan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memamerkan beragam produk unggulan lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil olahan pertanian dan perikanan khas Sulawesi Barat.

Sekda Sulbar Junda Maulana dan Bupati Mamuju Sutinah Suhardi menyampaikan apresiasi kepada Polda Sulawesi Barat, Korem 142/Tatag, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Barat atas sinergi yang berhasil menghadirkan ruang ekonomi sekaligus ruang silaturahmi bagi masyarakat. Menurut keduanya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Malam pembukaan berlangsung semarak dengan kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai kalangan. Penampilan tarian tradisional yang sarat makna budaya, pertunjukan Band Siamasei Polda Sulbar, hingga hiburan dari musisi lokal semakin menghidupkan suasana. Di sisi lain, deretan stan UMKM menjadi pusat perhatian pengunjung yang antusias menikmati sekaligus membeli produk-produk karya pelaku usaha lokal.

Ketua Panitia Festival sekaligus Ketua Umum Kadin Sulbar, Zaneth Raodathul Djannah, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai pesta rakyat yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat silaturahmi serta membangun sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

"Festival ini kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana," ujarnya.

Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu melahirkan manfaat nyata bagi rakyat. Menurutnya, keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari dampak ekonomi yang mampu dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

"Festival Rakyat Nusantara bukan sekadar pesta rakyat, tetapi momentum untuk mengangkat nilai dan daya saing produk-produk lokal Sulawesi Barat. Polri berkomitmen menjaga keamanan sekaligus menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif agar para pelaku UMKM dapat berkembang," tegasnya.

Usai pembukaan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau satu per satu stan UMKM. Mereka berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai proses produksi, jenis produk, hingga perkembangan omzet penjualan. Interaksi tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus pengakuan bahwa kekuatan ekonomi daerah bertumpu pada kreativitas dan kerja keras masyarakat.

Festival ini juga mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Mewakili Kepala Kantor Wilayah, Pembimbing Masyarakat Buddha, TS. Haryanto, hadir pada pembukaan dan menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi Kementerian Agama, ruang-ruang kolaborasi seperti Festival Rakyat Nusantara menjadi wujud nyata pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, dan gotong royong.

Semangat tersebut sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama yang menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan harmoni sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Festival Rakyat Nusantara 2026 diharapkan menjadi tonggak lahirnya ekonomi kerakyatan Sulawesi Barat yang semakin tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.


Wilayah LAINNYA