Sugesti Cinta Tentang Maulid

Oleh: Burhanuddin Hamal (Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Tinambung Kab. Polewali Mandar)

Maulid adalah perhelatan sakral yang sejatinya mengajarkan tatanan keseimbangan cinta kepada Muhammad SAW sebagai utusan pilihan. Tema cinta yang setiap tahunnya menjadi ikon perayaan mestinya tak hanya sebatas pernyataan lisan atau perasaan tetapi juga melahirkan tindakan yang bersinergi dalam menjadikan Muhammad sebagai teladan.

Antara keutamaan memperbanyak shalawat secara lisan dengan ikhtiyar yang ril terkait muatan nilainya di kehidupan sosial merupakan hikmah inti dari pengharapan nilai-nilai keberkahan Maulid (QS. Ali Imran: 31, QS. Al-Ahzab: 56).

Karena itu, indikator kesuksesan bermaulid sesungguhnya tidak hanya diukur sebatas antusiasitas merayakannya plus gaung seremonialnya. Lebih dari itu, totalitas capaiannya ada pada konsistensi diri dalam merehabilitasi kesadaran manusiawi menuju realitas kehidupan yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Hal ini berarti bahwa efektifitas keberkahan bermaulid seharusnya memantul pada indikator peningkatan kualitas nilai-nilai kepribadian didalam beragama.

Disaat yang sama, kegagalan memanifestasikan diri dalam posisi sebagai "rahmatan lil alamin" (sentralitas kutub kemaslahatan bagi kehidupan alam seisinya) adalah cermin betapa masih berjaraknya kita dari nilai pencapaian manusia-manusia Muhammad di tataran realitas.

Bukankah momentum Maulid pada setiap tahunnya, disamping merupakan syi'ar cinta bernilai ibadah di sisi Tuhan, juga signifikansinya diharapkan menjadi media positif dalam mengenal dan meneladani jejak-jejak kepribadian "Sang Penyebab" kehidupan ini diciptakan..... ???

Ushini waiyyakum bitaqwallah, Wallahu a'lam bisshawab.


Daerah LAINNYA