Maulid Nabi: Meneladani Rasul, Menguatkan Pengabdian

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M Kemenag Mamuju

Mamuju, Humas Kanwil – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang mengusung tema “Wujudkan ASN yang Berintegritas, Amanah dan Melayani”, Selasa (6/10/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menjadi momentum bagi jajaran Kementerian Agama Kabupaten Mamuju untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah SAW.

Kakanwil Adnan Nota, dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini kita bermaulid. Jangan sampai Maulid hanya menjadi kegiatan seremonial. Ini harus menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara meneladani akhlak dan perilaku beliau,” ujar Adnan.

Adnan menegaskan bahwa integritas merupakan salah satu nilai penting yang harus terus tumbuh dan dikembangkan dalam diri setiap ASN. Integritas menjadi fondasi dalam menjalankan tugas karena menyangkut keselarasan antara perkataan, sikap, dan perbuatan.

“Integritas ini penting untuk kita tumbuh kembangkan. Sebagai ASN Kementerian Agama, kita harus memiliki integritas dalam melaksanakan tugas. Apa yang kita sampaikan harus sesuai dengan apa yang kita lakukan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral yang besar karena tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan, tetapi juga membawa nilai-nilai keagamaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, setiap ASN dituntut untuk mampu menjaga kepercayaan yang diberikan, bekerja secara profesional, serta menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.

Selain integritas, Adnan juga menekankan pentingnya amanah. Menurutnya, setiap jabatan, tugas, dan tanggung jawab yang diberikan kepada seseorang merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Amanah ini yang paling penting. Salah satu ciri orang yang bersyukur ketika diberikan amanah adalah mampu bertanggung jawab terhadap amanah tersebut. Karena itu, amanah harus kita jalankan dengan iman yang kuat,” ungkapnya.

Selain integritas dan amanah, Kakanwil mengingatkan jajaran Kementerian Agama untuk terus membangun budaya melayani.

“Melayani itu harus dengan keikhlasan dan ketakwaan. Kita bekerja bukan hanya karena tugas, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian. Maka berikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Kemenag Berdampak, lanjutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui program dan kegiatan di lingkungan kantor. Semangat tersebut harus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui pelayanan, pembinaan keagamaan, pendidikan, penguatan kerukunan, serta berbagai bentuk pengabdian lainnya.

Melalui keteladanan Rasulullah SAW, jajaran Kementerian Agama diharapkan mampu terus menghadirkan ASN yang berintegritas, amanah, profesional, dan melayani.


Wilayah LAINNYA