KKR di Mamuju, Kemenag Ajak Gereja Perkuat Iman dan Kepedulian Lingkungan

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)

Mamuju (Humas) — Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tidak hanya menjadi ruang bagi umat untuk memperdalam iman, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat peran gereja dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut disampaikan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat saat menghadiri sekaligus membuka KKR yang akan berlangsung dari tanggal 31 Agustus sampai 5 September 2026 di Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GEMAHK) Jemaat Pioneer Mamuju, Senin (31/8/2026).

Mengangkat tema “Panggilan Keselamatan dari Pahlawan Buku Wahyu”, kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan diikuti para hamba Tuhan atau pelayan gereja dari berbagai denominasi serta umat. Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang oleh Ketua Panitia, Pdt. Samuel Karyani, S.Fil.

KKR menghadirkan Pdt. Ramli Mende, M.Min., Direktur Department Penatalayanan Unit Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT), sebagai pembicara. Kehadiran umat dari berbagai latar belakang gereja memberikan warna tersendiri bagi kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya ruang-ruang perjumpaan yang dapat memperkuat persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Pembimas Kristen mengajak jemaat GEMAHK untuk terus bertumbuh di dalam Kristus dan memperkokoh fondasi iman. Menurutnya, pertumbuhan iman hendaknya berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan serta tanggung jawab sosial sebagai bagian dari kehidupan bersama.

“Sebagai mitra pemerintah, gereja diharapkan terus mendukung program-program pemerintah, khususnya program Kementerian Agama yang berkaitan dengan kepedulian dan keramahan terhadap lingkungan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan umat untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan hidup di tengah kondisi kemarau panjang yang sedang dihadapi. Imbauan Gubernur Sulawesi Barat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, kepedulian memelihara dan melindungi hutan dalam menghadapi musim kemarau, menurutnya, dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana untuk tidak sembarang membakar sampah yang dapat merambah ke pemukiman.

Salah satunya dengan membiasakan penggunaan tumbler atau wadah minum yang dapat digunakan kembali. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai (menguragi sampah) sekaligus membangun kebiasaan  yang lebih ramah lingkungan.

“Gereja tidak hanya hadir untuk membangun kehidupan iman umat, tetapi juga diharapkan kehadirannya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hadir secara aktif dalam menangani masalah kemiskinan, bencana alam, dan ketimpangan sosial di lingkungan sekitar dan menjadi teladan dalam isu penataan lingkungan hidup dan kelestarian alam Mari kita bersama-sama merawat moderasi dan kerukunan beragama agar kehadiran gereja senantiasa menjadi berkat dan sarana bagi sesama,” ujar Pembimas Kristen.

Pesan tersebut menegaskan bahwa penguatan kehidupan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas. Iman yang bertumbuh diharapkan melahirkan kepedulian, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, serta kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai ruang hidup bersama.

Menutup sambutannya, Pembimas Kristen mengucapkan selamat mengikuti seluruh rangkaian KKR. Ia berharap kegiatan tersebut berlangsung dengan aman dan damai serta menjadi momentum bagi umat untuk semakin bertumbuh dalam iman.

“Selamat mengikuti KKR. Kiranya kegiatan ini berjalan dengan aman dan damai, sehingga umat semakin bertumbuh dalam iman dan mampu menghadirkan kasih serta kebaikan di tengah masyarakat,” tutupnya.


Wilayah LAINNYA