Kemenag Sulbar Tegaskan Komitmen Ciptakan Pesantren Aman dan Humanis

Penguatan implementasi program Pesantren Ramah Anak

Majene (Humas Kanwil) - Upaya penguatan implementasi program Pesantren Ramah Anak terus digencarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.

Kali ini, kegiatan serupa dilaksanakan di Pondok Pesantren Miftahul Jihad Tande pada Selasa (12/5), dengan melibatkan unsur pimpinan dan pengelola pondok pesantren di Kabupaten Majene.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat yang memberikan arahan secara virtual melalui Zoom Meeting.

Sementara itu, hadir secara langsung Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene bersama Kasi PAIS sebagai Plh. Kasi Pontren serta Ketua Tim Pondok Pesantren dan Ma’had Aly.

Dalam arahannya secara daring, Kepala Kantor Wilayah menegaskan kembali kepada seluruh peserta Rakor pentingnya pembentukan Forum Pondok Pesantren dan Satgas Pesantren Ramah Anak di lembaga masing masing yang merupakan bagian dari transformasi kelembagaan pesantren yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keilmuan, tetapi juga pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak yangn menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam dalam pemaparannya menegaskan bahwa penguatan program Pesantren Ramah Anak harus berbasis pada internalisasi nilai-nilai Panca Cinta.

Pendekatan ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya religius, tetapi juga adaptif dan berdaya saing.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi program ini di wilayahnya. Ia berharap seluruh pondok pesantren di Majene dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi yang konstruktif, di mana para peserta menyampaikan berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan konsep Pesantren Ramah Anak di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pesantren sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga humanis, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Wilayah LAINNYA