Kanwil Kemenag Sulbar Gelar Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid untuk Penguatan Peran Sosial dan Ekonomi Umat

Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid untuk Penguatan Peran Sosial dan Ekonomi Umat

Mamuju — Upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat kesejahteraan dan pemberdayaan umat terus digalakkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Provinsi digelar di Aula Kanwil Kemenag Sulbar pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, Setda Provinsi Sulawesi Barat, Ketua Komisi Fatwa MUI Sulawesi Barat, Kepala Bidang Bimas Islam, para pejabat lingkup Bimas Islam, perwakilan Urais, serta diikuti 20 peserta.

Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, menekankan bahwa revitalisasi BKM bukan sekadar memperkuat struktur organisasi, melainkan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW.

“Masjid bukan hanya memiliki fungsi spiritual. Pada masa Rasulullah SAW, masjid juga menjadi pusat sosial dan budaya. Di sana masyarakat berdialog, bermusyawarah, dan membangun kepentingan bersama. Bahkan potensi ekonomi pun bisa tumbuh dari masjid,” ujar Adnan Nota.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan revitalisasi kesejahteraan masjid bergantung pada kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kita memiliki potensi besar untuk memajukan masjid, tetapi dibutuhkan kesadaran baik secara pribadi maupun kolektif agar fungsi masjid sebagai pusat kesejahteraan umat benar-benar terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Islam, Haerul, dalam sambutannya menyoroti pentingnya membangun masjid yang ramah terhadap musafir, ramah lingkungan, ramah anak dan ramah disabilitas. Ia mengingatkan bahwa terdapat hak-hak seperti Ibnu Sabil yang perlu mendapat perhatian dalam pelayanan keummatan di masjid.

“Kami ingin menguatkan koneksi antara Bimas Islam, Urais, KUA, Zakat dan Wakaf, serta penyuluh agama agar dapat memberikan pendampingan menyeluruh kepada masjid-masjid di wilayah Sulawesi Barat,” jelas Haerul.

Haerul juga menegaskan bahwa pihaknya menargetkan setiap KUA di Sulawesi Barat memiliki masjid binaan yang aktif dalam kegiatan pembinaan, penyuluhan, dan pemberdayaan ekonomi jamaah. “Melalui pendampingan yang berkesinambungan, kami berharap 63 KUA di Sulbar dapat memiliki masjid binaan yang menjadi contoh dalam pelayanan umat dan pengelolaan kesejahteraan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan H. Makdum Ibrahim, yang membawakan materi bertema “Peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam Mewujudkan Peningkatan Kesejahteraan Masjid”. Dilanjutkan materi problematika kemasjidan & manajemen masjid modern oleh H. Syamsumarlin

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber. Dalam sesi ini, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan gagasan terkait strategi pengelolaan BKM, penguatan ekonomi berbasis masjid, hingga penerapan konsep masjid ramah musafir, ramah anak, ramah lingkungan, ramah disabilitas di tingkat kabupaten dan kecamatan. Diskusi berlangsung hangat dan produktif, mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat pelayanan, pemberdayaan, dan kesejahteraan umat di Provinsi Sulawesi Barat.


Wilayah LAINNYA