Majene (Humas Kanwil Kemenag Sulbar) — Penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan keagamaan terus menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pengawas di lingkungan Kanwil Kemenag Sulbar yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Majene, Rabu (03/06/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat di lingkup Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat kapasitas birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelantikan tersebut tidak sekadar menjadi agenda administratif, melainkan momentum memperteguh amanah pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama. Para pejabat pengawas yang dilantik diharapkan mampu mengemban tanggung jawab dengan penuh integritas, sekaligus menjadi penggerak dalam menghadirkan layanan keagamaan yang semakin responsif terhadap kebutuhan umat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menegaskan bahwa keberadaan aparatur Kementerian Agama harus memberi makna dan dampak nyata di tengah kehidupan masyarakat. Menurutnya, ASN Kementerian Agama tidak cukup hanya menjalankan fungsi birokrasi, tetapi juga dituntut hadir sebagai penggerak nilai, penguat harmoni, dan pelayan umat yang memberi solusi.
“Kehadiran kita harus memiliki dampak kemasyarakatan. Mari kita kembalikan marwah Kementerian Agama, ayo kita hadir dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta peningkatan kualitas pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui tata kelola yang kuat, Kementerian Agama diharapkan semakin mampu menjadi institusi yang dipercaya publik dan hadir sebagai solusi atas berbagai dinamika sosial-keagamaan.
Kakanwil juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga marwah institusi dengan menjunjung tinggi integritas serta menghindari segala tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Agama. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama yang harus dirawat melalui kerja-kerja profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Dalam kesempatan itu, konsep ekoteologi turut menjadi perhatian sebagai pendekatan yang penting dikembangkan dalam pelaksanaan tugas aparatur. Nilai-nilai keagamaan, menurutnya, perlu diintegrasikan dengan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga keberlangsungan kehidupan.
Tak kalah penting, Kakanwil menekankan budaya koordinasi sebagai fondasi kerja organisasi yang sehat dan terarah. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa membangun komunikasi aktif dengan pimpinan dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil.
“Koordinasikan segala sesuatu kepada pimpinan, agar setiap langkah yang diambil tetap berada dalam koridor yang tepat dan terarah,” ujarnya.
Melalui pelantikan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berharap lahir energi baru dalam penguatan birokrasi yang profesional dan humanis. Para pejabat pengawas yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, menghadirkan pelayanan yang berdampak, serta menjadi bagian dari ikhtiar besar Kementerian Agama untuk terus menebar manfaat nyata bagi masyarakat.