Evaluasi Kinerja Triwulan I, Kanwil Kemenag Sulbar Perkuat Akuntabilitas dan Pelayanan Publik bersama Sekjen Kemenag

Evaluasi Kinerja Triwulan I

MAJENE — Komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan pelayanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat terus menjadi perhatian Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal itu tercermin dalam Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Organisasi Triwulan I Tahun 2026 yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat di Aula Gedung Terpadu Lantai 3 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene, Rabu (29/4).

Rapat evaluasi tersebut menjadi momentum strategis untuk mengukur capaian program, mempercepat penyampaian laporan kinerja, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama. Kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, memberi penguatan tersendiri bagi seluruh jajaran yang hadir, mulai dari pejabat administrator, pejabat pengawas, kepala madrasah negeri, hingga kepala KUA se-Sulawesi Barat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, menegaskan bahwa laporan kinerja bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan institusional kepada masyarakat atas setiap amanah yang dijalankan.

“Pelaporan kinerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi cerminan tanggung jawab kita dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Karena itu, setiap satuan kerja harus memastikan data yang disajikan akurat, berkualitas, dan tepat waktu,” tegas Adnan.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital melalui aplikasi E-SARAku, yang akan mulai diimplementasikan secara efektif pada Juni 2026 sebagai instrumen penguatan sistem kerja ASN di lingkungan Kementerian Agama.

Menurutnya, digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, dalam arahannya mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa integritas, kreativitas, dan inovasi adalah modal utama ASN dalam menjalankan tugas pengabdian.

“Besarnya anggaran bukan ukuran utama keberhasilan. Yang menentukan kualitas kerja adalah komitmen, integritas, dan kesungguhan kita dalam melayani,” ujarnya.

Lebih jauh, Kamaruddin mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang rendah hati dan inklusif. Menurutnya, setiap jabatan yang diemban tidak lahir dari ruang kosong, melainkan dari kontribusi dan dukungan banyak pihak. Karena itu, seorang pemimpin harus menjadikan jabatan sebagai ruang pengabdian, bukan ruang untuk menunjukkan kuasa.

Ia juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus meneguhkan orientasi pelayanan kepada masyarakat, terutama di tengah kompleksitas persoalan sosial yang dihadapi bangsa hari ini.

“Kementerian Agama adalah institusi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, ASN Kemenag harus hadir sebagai solusi, menjadi yang terbaik di tengah masyarakat, dan mampu menjawab tantangan zaman,” pesannya.

Dalam refleksinya, Sekjen turut menyoroti berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari tingginya angka perceraian, perkawinan usia dini, hingga dampak sosial yang ditimbulkan seperti stunting dan lemahnya ketahanan keluarga.

Menurutnya, isu-isu tersebut menjadi pengingat bahwa peran Kementerian Agama tidak berhenti pada urusan administratif keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek fundamental kehidupan sosial masyarakat.

Melalui rapat evaluasi ini, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan Kementerian Agama.


Wilayah LAINNYA