Jejak Para Penjaga Keteladanan Rasulullah

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP se-Kabupaten Majene.

Parkir mulai penuh di halaman SMP Negeri 6 Sendana. Di kompleks sekolah ini puluhan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMP dari berbagai pelosok  Majene berkumpul. Senyum hangat, jabat tangan erat, dan sapaan akrab mengisi setiap sudut ruangan, menandai dibukanya Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP se-Kabupaten Majene.

Kehadiran jajaran  Pengawas PAI Sulaiman Suhdi, Ketua KKG Hasbi, M.Ag., jajaran pengurus MGMP, hingga sejumlah Kepala Sekolah SMP makin menambah kekhidmatan suasana. Namun, momen yang paling membekas terasa saat Kepala Seksi PAI Kemenag Majene, Jalal, M.M., memasuki Aula, Indonesia Raya berkumandang dilanjutkan arahan yang kali ini tidak terlalu singkat.

Suasana ruangan yang tadinya dipenuhi gemerisik obrolan perlahan menghening. Nada bicara Kasi PAI mengalir namun sarat, mengajak para guru menepi sejenak dari rutinitas berkas dan kurikulum untuk merenungi hakikat panggilan jiwa mereka.

"Bahwa Allah SWT mentakdirkan Bapak dan Ibu Guru menjadi bagian dari penjaga risalah Baginda Rasulullah Muhammad SAW," tutur Jalal dengan nada yang sedikit "soft spoken". menyentuh sanubari para pendidik.
​Kalimat itu bergetar pelan di udara. Ada jeda sejenak ketika para guru mengangguk perlahan, meresapi betapa besarnya amanah yang tersemat di pundak mereka.

"Sehingga akhlak dan keteladanan Rasulullah dapat sampai kepada generasi berikutnya melalui cerita dan pengajaran oleh Bapak Ibu Guru," lanjutnya.

Pesan tersebut seolah memantik kembali cahaya semangat di mata para peserta. Mengajar bukan lagi sekadar menuntaskan jam pelajaran, melainkan sebuah ikhtiar merawat warisan kebaikan Agung di hadapan para murid.

Memasuki sesi diskusi, kehangatan forum kembali hidup. Hampir seluruh guru PAI SMP se-Majene tampak aktif bertukar ide, membedah dinamika pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terkini, hingga merumuskan cara-cara kreatif agar nilai-nilai keislaman tetap memikat dan menyejukkan bagi remaja masa kini.

Hari itu di Sendana, forum MGMP tak hanya menjadi tempat membahas agenda formal, melainkan ruang penguat langkah bagi para penjaga keteladanan Rasulullah di bumi Majene.


Daerah LAINNYA