Pimpin Doa Wisuda XXXIII UI DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle, Kakan Kemenag Titipkan Pesan Ilmu, Cinta, dan Pengabdian

Kakan Kemenag Polman Pimpin Doa di Wisuda XXXIII UI DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle

Polewali Mandar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar H. Laupa, memimpin doa pada pelaksanaan Wisuda Sarjana Angkatan XXXIII Universitas Islam DDI A.G.H. Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar yang berlangsung di Gedung Gadis, Kamis (15/10/2026).

Momentum wisuda tersebut menjadi penanda keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus awal perjalanan baru untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, wisuda juga menjadi pengingat akan tanggung jawab para lulusan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Dalam doa yang dipanjatkan, H. Laupa menyampaikan harapan agar ilmu yang diperoleh para wisudawan menjadi bekal yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian. Ia memohon agar para lulusan mampu menggunakan ilmu untuk menebarkan kebaikan, menyampaikan kebenaran, dan menghadirkan kesejukan di tengah kehidupan masyarakat.

“Jadikanlah ilmu yang mereka peroleh sebagai pelita di tengah gelapnya zaman, jadikanlah mereka sebagai penyampai kebenaran yang menyejukkan, jadikanlah langkah mereka ringan dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan,” demikian petikan doa yang dipanjatkan H. Laupa.

Doa tersebut juga menekankan pentingnya memahami ilmu tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan untuk menumbuhkan cinta, kesabaran, dan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari karakter para lulusan dalam berinteraksi, menyampaikan pendapat, serta menghadapi perbedaan di tengah masyarakat.

“Ajari kami memahami yang seharusnya kami pahami, bukan hanya tentang kata, tapi tentang cinta, yang disampaikan lewat tutur kata yang lembut, tentang sabar yang teruji dalam diskusi dan debat, tentang akhlak yang menjadi dakwah paling nyata,” lanjutnya dalam doa.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar yang diraih, tetapi juga dari kemampuan seseorang menerapkan ilmu dengan bijaksana, menjaga tutur kata, menghargai perbedaan, dan menunjukkan keteladanan melalui perilaku sehari-hari.

Pada bagian penutup doa, H. Laupa memohon agar para wisudawan senantiasa diberi keteguhan hati dalam menjalankan pengabdian, khususnya ketika menghadapi tantangan dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

“Ya Allah, jika kelak wisudawan berdakwah di lorong sunyi, di tengah riuh dunia yang tak lagi peduli, teguhkanlah hati mereka agar tetap menyampaikan risalah-Mu dengan cinta, bukan dengan amarah, karena sejatinya dakwah itu membina, bukan membinasakan,” tutupnya dalam doa.

Pesan doa tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu dan dakwah hendaknya berjalan beriringan dengan kasih sayang, kesabaran, serta keteladanan. Para wisudawan diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cakap dalam bidang keilmuan, tetapi juga santun dalam menyampaikan kebenaran dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan.


Daerah LAINNYA