Wakili Kakanwil, Pembimas Kristen Ayub Hadiri Rakor Persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Rakor Persiapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Mamuju –Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melalui Pembimas Kristen, Ayub, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulbar dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah untuk mengantisipasi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid oleh Kementerian Dalam Negeri RI, berpusat di Jakarta dan terhubung ke seluruh daerah, termasuk Sulawesi Barat, yang mengikuti secara luring di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin (1/12/2025).

Rapat koordinasi di tingkat provinsi turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Forkopimda Provinsi Sulbar, Kesbangpol Provinsi Sulbar, Satpol PP dan Damkar Sulbar, Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar, Basarnas Mamuju, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Melalui sambungan Zoom, rakor juga diikuti oleh Wamendagri RI, Wamenko RI, Kepala BMKG RI, Kepala Basarnas RI, Sekjen Kementerian Perhubungan RI, Sekjen Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin, Direktur Utama PLN RI, serta Wakil Direktur Utama Pertamina. Secara keseluruhan, lebih dari 1.000 partisipan dari seluruh Indonesia terhubung dalam pertemuan nasional tersebut.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang bertindak sebagai moderator menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional menjelang masa perayaan Nataru. Ia mengingatkan bahwa hingga saat ini sudah terjadi dua bencana alam besar di Tanah Air—banjir bandang dan longsor di Jawa Tengah serta bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—yang menuntut peningkatan kewaspadaan kolektif.

“Menjelang Nataru, yang utama adalah kesiapan transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Kita perlu siapkan bersama. Kedua, kesiapan bahan pangan. Ketiga, keamanan lalu lintas di titik-titik perayaan. Semua ini memerlukan sinergi kita bersama,” tegas Mendagri.

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pelaksanaan patroli dan pemantauan titik-titik rawan.

“Perlu sinergi. Laksanakan patroli, perhatikan titik-titik rawan. Kepada Kementerian Agama, mohon informasi diteruskan kepada seluruh jajaran di wilayah, termasuk terkait potensi konflik komunal dan pengamanan tempat ibadah—koordinasikan dengan kepolisian agar pengamanan berjalan optimal. Kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, siapkan langkah kesiapsiagaan apabila terjadi bencana darat maupun laut, termasuk persiapan evakuasi dan koordinasi. Tidak bisa hanya bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Kehadiran Kanwil Kemenag Sulbar melalui Pembimas Kristen dalam rakor ini menjadi wujud komitmen dalam mendukung upaya pemerintah memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Kanwil Kemenag Sulbar berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya suasana perayaan yang damai, tertib, dan aman bagi seluruh umat.


Wilayah LAINNYA