ProASN Tahap II Digelar, Kemenag Sulbar Perkuat ASN Berbasis Talenta dan Sistem Merit

ProASN Tahap II Kementerian Agama Sulawesi Barat

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan UPT BKN Mamuju kembali melaksanakan ProASN Tahap II sebagai bagian dari upaya membangun aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pelaksanaan ProASN ini melanjutkan tahap pertama yang sebelumnya telah memfasilitasi 665 ASN Kementerian Agama di Sulawesi Barat. Dengan tambahan 35 peserta pada tahap II, jumlah ASN Kemenag Sulbar yang mengikuti pemetaan ProASN mencapai 700 orang. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi manajemen ASN melalui penerapan sistem merit, yang menempatkan kompetensi dan potensi individu sebagai dasar pengembangan karier.

Kepala UPT BKN Mamuju menjelaskan, ProASN telah menjadi bagian dari cetak biru pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun birokrasi berbasis merit. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan karier ASN tidak lagi semata-mata ditentukan oleh masa kerja, tetapi berdasarkan potensi, kompetensi, dan karakter masing-masing individu.

“ProASN sudah menjadi cetak biru pemerintahan Prabowo Subianto. Ini merupakan implementasi nyata sistem merit. Jadi bukan lagi berdasarkan lama bekerja, tetapi benar-benar berdasarkan potensi individu masing-masing,” jelasnya.

Pada pelaksanaan 2026, instrumen ProASN mengalami pengembangan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 materi mencakup manajerial dan sosial kultural, literasi digital, serta preferensi karier, tahun ini ditambahkan instrumen Talent DNA untuk memberikan pemetaan yang lebih komprehensif terhadap potensi ASN.

Melalui Talent DNA, peserta diajak mengenali potensi dirinya melalui pemetaan 45 tipe talenta yang mencakup kecerdasan emosional, pola berpikir logis, gaya kepemimpinan, hingga kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan. Pemetaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai asesmen, tetapi menjadi pijakan dalam menempatkan dan mengembangkan ASN sesuai kapasitas terbaiknya.

“Harapannya, ASN Indonesia menjadi smart civil servant yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan emosional,” ungkap Kepala UPT BKN Mamuju.

Dari sisi pelaksanaan, ProASN 2026 juga dirancang lebih ringkas dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 peserta harus menyelesaikan 773 soal dalam waktu empat jam, tahun ini jumlahnya menjadi 530 soal dengan durasi tiga jam.

Menariknya, ProASN Tahap II turut diikuti oleh pejabat administrator serta Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota. Keikutsertaan pimpinan bersama jajaran ASN tersebut menunjukkan komitmen Kemenag Sulbar untuk menjadikan pengembangan kompetensi dan pemetaan talenta sebagai bagian penting dari pembenahan tata kelola birokrasi.

Pada akhirnya, penguatan sistem merit melalui ProASN diarahkan bukan sekadar untuk menghasilkan ASN yang memiliki kompetensi tinggi, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang semakin tepat, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Bagi Kementerian Agama, langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan birokrasi yang mampu menerjemahkan program prioritas kementerian ke dalam pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Wilayah LAINNYA