Mamuju (Humas Kanwil) – Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) menggelar rapat internal yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang PAPKIS, Muhammad Dinar Faisal, dalam rangka memperkuat strategi percepatan pencapaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan target Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2026. (Rabu, 03/06/2026)
Dalam arahannya, Muhammad Dinar Faisal menegaskan bahwa kondisi fiskal negara saat ini mengharuskan seluruh jajaran untuk bekerja lebih efektif dan inovatif dalam mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
"Kita tidak bisa memberikan sosialisasi secara terbuka dengan mengundang pimpinan pondok pesantren, guru Pendidikan Agama Islam, maupun lembaga sosial keagamaan lainnya karena kondisi fiskal negara saat ini. Oleh karena itu, kita harus memiliki siasat dan strategi agar target Perkin tetap dapat tercapai meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya manusia yang ada melalui sinkronisasi antara output SKP dan Perjanjian Kinerja. Mengingat saat ini telah memasuki bulan keenam tahun berjalan, diperlukan langkah-langkah percepatan agar target kinerja dapat tercapai secara maksimal dalam enam bulan ke depan.
Sebagai tindak lanjut, Kabid PAPKIS menginstruksikan pembentukan tim kecil yang bertugas melakukan akselerasi dan percepatan pencapaian target SKP dan Perkin di lingkungan Bidang PAPKIS.
"Saya memahami bahwa sebelum saya bergabung di sini, teman-teman sudah banyak melakukan pembinaan, baik secara personal maupun kelompok. Namun ke depan, setiap kegiatan pembinaan yang dilakukan harus mampu menghasilkan output yang terukur serta menjadi eviden dalam pencapaian target Perjanjian Kinerja," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas kedinasan. Menurutnya, setiap perjalanan dinas yang dilakukan harus menghasilkan keluaran yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Saya berharap setiap kali turun ke lapangan ada hasil yang dibawa pulang. Kita menggunakan anggaran negara dalam setiap perjalanan dinas, sehingga harus ada output yang jelas. Ketika turun ke pesantren atau lembaga pendidikan, harus sudah ditentukan target apa yang akan dicapai dan eviden apa yang akan dihasilkan untuk mendukung capaian SKP maupun Perkin," jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Kabid PAPKIS juga meminta para ketua tim untuk melakukan pemetaan tugas berdasarkan jabatan dan uraian tugas masing-masing pegawai. Pemetaan tersebut bertujuan agar setiap pegawai memahami kontribusi yang harus diberikan terhadap pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan.
Menurutnya, instrumen pemantauan dan monitoring menjadi komponen penting dalam pelaksanaan tugas lapangan. Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari hasil monitoring nantinya akan direkapitulasi sebagai bahan pelaporan sekaligus menjadi output capaian Perkin.
"Instrumen yang dibawa ke lapangan harus menjadi alat ukur yang jelas. Data hasil pemantauan kemudian direkap dan divalidasi sehingga dapat menjadi eviden capaian kinerja. Misalnya capaian akreditasi lembaga, pembinaan lembaga keagamaan, maupun indikator lainnya yang menjadi target Perkin," ungkapnya.
Melalui pola kerja yang terintegrasi tersebut, Muhammad Dinar Faisal berharap tercipta hubungan yang saling menguatkan antara pelaksanaan tugas harian, pencapaian SKP, dan target Perjanjian Kinerja, sehingga seluruh program Bidang PAPKIS dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Rapat internal ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya kerja yang lebih terukur dan berorientasi pada hasil, sekaligus memastikan seluruh kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target kinerja organisasi.