Jalan Sehat Kerukunan, Ajang Perkuat Cinta Persaudaraan

Jalan Sehat Kerukunan HAB 80 Kementerian Agama di Provinsi Sulawesi Barat

Pagi Jumat 2 Januari, matahari baru saja mengintip dari balik awan ketika Poros Palu–Mamuju berubah wajah. Bukan oleh deru panjang kendaraan, melainkan oleh lautan manusia yang bergerak serempak, dengan baju kaos seragam melangkah ringan sambil tersenyum.

Spanduk warna-warni terangkat, baliho ucapan selamat HAB ke 80 Kementerian Agama dari pimpinan satker, Tim Kerja tingkat provinsi hingga Kepala Kantor Urusan Agama, dan tawa pecah di sela-sela langkah. Jalan Sehat Kerukunan benar-benar “memacetkan” jalur utama, namun macet yang membahagiakan.

Sejak bendera start dimulai, ribuan pasang kaki mulai menapaki aspal. merasakan semilir angin pagi Pasangkayu, mendengar sapaan hangat antarpegawai, dan menyaksikan tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama. (FKUB) berjalan berdampingan tanpa sekat dalam satu irama kebersamaan.

Diperkirakan sekitar 4.300 ASN Kementerian Agama se-Sulawesi Barat dengan peserta terbanyak dari Kabupaten Polewali Mandar 1.500 orang tumpah ruah memenuhi ruas jalan, menjadikannya panggung persatuan yang hidup.

Hadir langsung Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Jiwa, yang menyapa masyarakat di sepanjang rute. Di tengah barisan, tampak Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulbar, jajaran Kemenhaj, Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta para tokoh agama lintas iman berjalan beriringan.

Tidak ada jarak protokoler semua menyatu dalam langkah yang sama, menyapa warga yang melambai dari tepi jalan.

Langkah demi langkah terasa ringan. Di kiri-kanan, warga tersenyum, mengabadikan momen dengan ponsel, sementara anggota kepolisian dan petugas dinas perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja sigap mengatur arus lalulintas agar tetap aman.

Sesekali terdengar yel-yel kerukunan dari mobil pemandu, menghangatkan suasana. Jalan yang biasanya menjadi nadi ekonomi kini menjadi nadi persaudaraan. Napas memang sedikit tersengal, ketika peserta tiba di halaman lapangan upacara Pemerintah Daerah yang merupakan  garis finis, tetapi dada terasa lapang.

Pesan kerukunan tidak hanya disampaikan lewat sambutan, melainkan dihidupkan melalui kebersamaan yang nyata. Macet hari itu bukan karena kendaraan, melainkan karena cinta persatuan yang memenuhi ruang.

Jalan Sehat Kerukunan membuktikan bahwa harmoni bisa dirayakan dengan sederhana, melangkah bersama, saling menyapa, dan menjaga senyum. Jalan nasional Poros Palu–Mamuju pun menjadi saksi, bahwa ketika kerukunan berjalan, seluruh daerah ikut bergerak maju.


Wilayah LAINNYA