Qurban Menguatkan Solidaritas Umat, Sulbar Catat 4.555 Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H

Data rekapitulasi hewan kurban tahun 2026,

Momentum Iduladha 1447 Hijriah di Provinsi Sulawesi Barat kembali menghadirkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Berdasarkan data rekapitulasi hewan kurban tahun 2026, total sebanyak 4.555 ekor hewan kurban berhasil dihimpun dari berbagai daerah di Sulawesi Barat, terdiri atas 4.217 ekor sapi dan 338 ekor kambing.

Data tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban, sekaligus menjadi gambaran kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial yang terus hidup di tengah umat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Adnan Nota, menyampaikan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah antar sesama.

Menurutnya, semangat berbagi yang lahir dari Iduladha menjadi energi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan penuh empati.

“Qurban mengajarkan keikhlasan sekaligus kepedulian. Ketika masyarakat rela berbagi kepada sesama, di situlah nilai kemanusiaan dan persaudaraan tumbuh dengan kuat,” ujar Adnan Nota.

Dari data yang dihimpun, Kabupaten Polewali Mandar menjadi daerah dengan jumlah hewan kurban terbanyak di Provinsi Sulawesi Barat, yakni sebanyak 1.506 ekor. Disusul Kabupaten Pasangkayu dengan 1.041 ekor, Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 696 ekor, Kabupaten Mamuju 686 ekor termasuk hewan kurban dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene 594 ekor, dan Kabupaten Mamasa 89 ekor.


Adnan Nota menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam berkurban menjadi pertanda bahwa semangat keberagamaan di Sulawesi Barat terus tumbuh secara sehat dan membawa dampak sosial yang nyata.

Ia juga mengaitkan pelaksanaan kurban tahun ini dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama RI di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, khususnya dalam penguatan kerukunan umat, pelayanan keagamaan yang berdampak, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.

Menurutnya, kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga momentum menghadirkan agama sebagai kekuatan sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Nilai utama dari Iduladha adalah menghadirkan agama yang menyentuh kehidupan umat. Daging kurban dibagikan tanpa melihat latar belakang, sehingga tercipta rasa kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang semakin kuat,” tambahnya.

Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat berharap semangat Iduladha tahun ini mampu memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagamaan yang baik harus menghadirkan manfaat, kedamaian, dan kesejahteraan bagi sesama.


Wilayah LAINNYA