Mamuju, 21 Januari 2026— Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat menorehkan prestasi membanggakan. Untuk pertama kalinya, Kanwil Kemenag Sulbar memenuhi syarat (lolos langsung) menuju Penilaian Internal Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tanpa perbaikan dalam tahap III. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan reformasi birokrasi yang dibangun secara berkelanjutan di lingkungan Kanwil Kemenag Sulbar.
Keberhasilan tersebut semakin bermakna mengingat dari 34 provinsi di Indonesia, hanya empat Kanwil Kementerian Agama yang dinyatakan lolos langsung pada tahap penilaian internal yang akan dilakukan oleh Tim Penilai dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. yakni Kanwil Kemenag Bangka Belitung, Jawa Timur, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Barat Adnan Nota menyambut gembira atas capaian tersebut, "Alhamdulillah, capaian ini menjadi penyemangat bagi kami semua. Komitmen kami tidak hanya berhenti pada narasi di atas kertas, tetapi juga dibuktikan melalui eviden nyata dan implementasi langsung di lapangan, Kalau kita serius dan bekerja secara tim, maka kita akan mampu menyelesaikan sesuai harapan” ujar Adnan.
Berdasarkan hasil penilaian, Kanwil Kemenag Sulbar mencatatkan capaian pada enam area perubahan, yakni manajemen perubahan sebesar 95%, penataan tata laksana 92%, penataan sistem manajemen SDM 69%, penguatan akuntabilitas 62%, penguatan pengawasan 84%, serta peningkatan kualitas pelayanan publik 61%. Hasil ini mencerminkan kesungguhan dan kerja kolektif seluruh jajaran dalam membangun Zona Integritas secara terencana dan berkesinambungan.
Capaian tersebut juga sejalan dengan gerakan “One Year–One Satker–One WBK” yang digagas Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Dalam pengumuman hasil Penilaian I dan II oleh Tim Penilaian Pendahuluan (TPP) Biro Ortala secara daring melalui Zoom pada 21 Januari 2026, yang dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulbar, serta Tim Pembangunan Zona Integritas dan Tim Penilai Pendahuluan Provinsi (TPPP).
Dalam suasana penuh kebersamaan, Adnan Nota, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dan rasa bangga dari seluruh jajaran pegawai yang hadir sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen bersama. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah ke tahapan berikutnya hingga meraih Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Diharapkan capaian ini mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh satuan kerja di Sulawesi Barat untuk terus memperkuat integritas, membangun budaya kerja yang bersih dan profesional, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan terpercaya.