Perkemahan Pramuka Santri Sulbar Bergerak Nyata, Hijaukan Lingkungan Pesantren melalui Aksi Ekoteologi

Penanaman pohon di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa’dis, Rabu (21/10/2026).

Polewali Mandar (Humas)— Aksi nyata menjaga kelestarian alam mewarnai hari ketiga Perkemahan Pramuka Santri (PERKASA) I Tingkat Daerah Sulawesi Barat Tahun 2026 melalui kegiatan penanaman pohon di Pondok Pesantren Darul Mahfudz, Lekopa’dis, Rabu (21/10/2026).

Dalam rangka Hari Santri Nasional, kegiatan ini menjadi wujud penguatan ekoteologi dalam Asta Protas Kementerian Agama, dengan mengajak para santri berkontribusi langsung dalam menghijaukan lingkungan pesantren.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis), Dinar Faisal, mengawali kegiatan dengan mencontohkan penanaman bibit di area pesantren. Aksi tersebut kemudian dilanjutkan oleh masing-masing kontingen pesantren dan madrasah tsanawiyah (MTs) atau sederajat yang berpartisipasi dalam Perkemahan Pramuka Santri.

Dinar Faisal menyampaikan bahwa ekoteologi menjadi semakin penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat, damai, dan indah. Menurutnya, kepedulian terhadap alam perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang manfaatnya dapat dirasakan hingga masa depan.

“Ekoteologi semakin penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, lingkungan yang damai, dan indah. Dengan menghijaukan alam, kita ikut menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan,” ujar Dinar Faisal.

Dalam aksi penghijauan tersebut, para peserta menanam 20 bibit ketapang kencana, 10 bibit melati Jepang, 10 bibit tabebuya, dan 10 bibit pucuk merah. Penanaman dilakukan di sejumlah area sekitar pesantren dengan memperhitungkan jarak antarbibit agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang memadai. Kegiatan ini juga diperkuat melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat yang memberikan dukungan berupa 10 bibit pepaya California.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan lingkungan pesantren yang lebih hijau, tetapi juga menjadi praktik langsung bagi santri dalam menjalankan tanggung jawab menjaga alam. Melalui kegiatan menanam, para peserta diajak memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan, yang diwujudkan melalui tindakan sederhana dan berkelanjutan.

Aksi tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dalam penguatan ekoteologi, yakni mendorong hubungan yang harmonis antara kehidupan beragama dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Keterlibatan santri dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pesantren santri dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu menerapkannya melalui tindakan nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui Perkemahan Pramuka Santri I Tingkat Daerah Sulawesi Barat Tahun 2026, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat berharap aksi penghijauan ini berlanjut dengan pemeliharaan tanaman dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan pesantren. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi tumbuh menjadi komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.


Wilayah LAINNYA