Pada hari Jumat, 1 Mei 2026, dilaksanakan acara syukur purna bakti Pembimas Katolik Sulawesi Barat, Bapak Petrus Tandilodang. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Ekowisata Tapandullu dalam suasana penuh syukur, kekeluargaan, dan kebersamaan.
Acara ini dihadiri oleh para penyuluh agama Katolik, para guru di bawah naungan Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, guru agama Katolik pengangkatan pemerintah daerah, serta para staf dan penyelenggara Bimas Katolik Mamuju Tengah. Selain itu, hadir pula perwakilan umat dari rukun-rukun dalam Paroki St. Maria Mamuju. Kehadiran tamu undangan dari Bimas Kristen dan Bimas Buddha turut menambah nuansa persaudaraan lintas iman dalam kegiatan ini.
Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikep Sulawesi Barat, Pastor Samson Bureny, Pr, bersama Pastor Wilhelmus Tulak, Pr selaku Pastor Paroki St. Maria Mamuju. Sekitar 50 umat ambil bagian dalam perayaan ini dengan penuh kekhusyukan yang dimulai pkl. 09.00 wita.
Dalam homilinya, Vikep menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Petrus Tandilodang atas pengabdiannya sebagai abdi negara selama kurang lebih 20 tahun. Banyak karya pelayanan yang telah ditorehkan melalui Bimas Katolik. Ia juga berharap agar semangat pelayanan dan dedikasi tersebut tetap berlanjut meskipun telah memasuki masa purna bakti.
Pada sesi berikutnya, Bapak Anton Ranteallo mewakili rekan-rekan penyuluh, staf, dan guru menyampaikan pesan dan kesan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus atas pendampingan dan kepemimpinan yang telah dirasakan selama ini. Dalam refleksinya, ia menegaskan bahwa Bapak Petrus telah menghidupi lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Nilai-nilai ini diharapkan dapat terus dihidupi oleh seluruh aparatur Kementerian Agama dalam pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai tanda kenangan, diserahkan buket bunga kepada, istri Bapak Petrus oleh perwakilan penyuluh, Ibu Kristina Rista, serta penyerahan bingkisan kepada Bapak Petrus oleh perwakilan guru, Bapak Pilipus Bira.
Dalam sambutannya, Bapak Petrus Tandilodang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Ia mengapresiasi para pastor yang selama ini menjadi pembimbing rohani, yang menurutnya berperan besar dalam setiap pencapaian pelayanan. Ia juga berterima kasih kepada rekan-rekan yang telah menginisiasi kegiatan ini serta bersyukur karena selama masa jabatannya ia dapat menjalankan tugas tanpa tersangkut persoalan hukum.
Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada istrinya, Ibu Venny Bafu, atas dukungan setia dalam setiap langkah pelayanan. Dalam suasana penuh sukacita, beliau juga menyampaikan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima, yaitu sebagai peringkat kedua terbaik dalam pengelolaan keuangan dari kantor keuangan. Selain itu, ia memperkenalkan tiga calon pengganti yang dinilai memiliki karakter dan keunggulan masing-masing.
Menutup sambutannya, beliau berpesan agar program-program baik yang telah berjalan tetap dilanjutkan, seperti gerakan pengumpulan sampah plastik, pembangunan kapel di samping kantor kantor wilayah, serta gerakan mendampingi satu anak miskin, bukan sekadar memberi bantuan materi, melainkan menghadirkan pendampingan nyata.
Ia menutup pesannya dengan ajakan, “Jadilah motivator yang baik bagi sesama.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan kegiatan rekreasi berupa bakar ikan dan makan bersama. Suasana semakin hangat ketika para peserta menikmati kebersamaan di alam terbuka, sementara anak-anak yang turut hadir bermain dan menikmati kesegaran air Tapandullu.
Kegiatan syukur purna bakti ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan menjadi momentum refleksi iman dan pelayanan. Sosok Bapak Petrus Tandilodang mengingatkan bahwa pengabdian sejati tidak berhenti pada jabatan, melainkan terus hidup dalam semangat melayani.
Nilai-nilai yang diwariskan, seperti integritas, keteladanan, dan kepedulian sosial, menjadi panggilan bagi semua yang hadir untuk melanjutkan karya pelayanan dengan hati yang tulus. Kebersamaan lintas iman yang terjalin dalam acara ini juga menjadi tanda nyata bahwa harmoni dan persaudaraan merupakan kekuatan utama dalam membangun masyarakat.
Dari Tapandullu, tersirat pesan sederhana namun mendalam: pelayanan yang dilakukan dengan cinta akan selalu meninggalkan jejak yang bermakna. Setiap pribadi dipanggil untuk menjadi terang, dimulai dari hal kecil, dari lingkungan terdekat, dan dari hati yang mau peduli.
Kontributor : Anton Ranteallo (Penyuluh Agama Katolik Sulawesi Barat)