MAMUJU (Humas Kanwil) – Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Perkemahan Rohani Islam (ROHIS) Tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Barat. Pertemuan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting ini dihadiri oleh para Ketua Tim (Katim), Kepala Seksi Kemenag Kabupaten, serta pengurus Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) se-Sulawesi Barat.
Dalam arahannya, Kepala Bidang PAPKIS Kanwil Kemenag Sulbar, Muhammad Dinar Faisal, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan jalannya pertemuan strategis ini.
"Saya memberi apresiasi kepada kita semua, khususnya para Katim, Kepala Seksi, serta AGPAII yang telah bersama-sama menggagas pertemuan ini. Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga karena telah diberi ruang dan waktu untuk bergabung," ujar Muhammad Dinar Faisal mengawali sambutannya.
Sebagai pejabat yang baru diamanahkan memimpin Bidang PAPKIS, Muhammad Dinar Faisal sedikit bernostalgia mengenai rekam jejaknya di Kementerian Agama. Meski sempat menjabat di ranah Pendidikan Islam yang mengurusi PAI pada tahun 2009 silam, ia mengakui perkembangan dunia PAI saat ini sudah jauh lebih maju dan luar biasa.
Melalui momentum Perkemahan ROHIS ini, ia berharap koordinasi dan sinergitas antara Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di daerah dengan Kepala Seksi di tingkat kabupaten dapat semakin solid. Dengan begitu, berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi GPAI di lapangan dapat terakomodir dengan baik.
Menanggapi banyaknya aspirasi yang masuk terkait peningkatan kesejahteraan, khususnya mengenai Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi yang belum maupun sudah sertifikasi, Kabid PAPKIS menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan maksimal sesuai dengan regulasi dan kewenangan yang ada.
Saat ini, pihak PAPKIS tengah mencermati data kualifikasi akademik, karakteristik daerah, hingga satuan pendidikan tempat para GPAI mengabdi guna memetakan kendala belum sertifikasinya sejumlah guru. Apakah hal tersebut disebabkan oleh faktor masa kerja, antrean, atau keterbatasan sistem.
Sebagai langkah konkret, Muhammad Dinar Faisal mendorong adanya langkah akselerasi melalui kemitraan strategis.
"Saya melihat ada ruang yang bisa dilakukan oleh teman-teman GPAI untuk melakukan percepatan-percepatan, yaitu dengan membangun jejaring kerja dan kemitraan dengan lembaga-lembaga yang diberi tugas untuk melakukan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Itu salah satu solusi yang coba saya tempuh," jelasnya.
Ia juga meminta para guru untuk tetap tenang dan percaya pada komitmen negara melalui Kementerian Agama dalam memenuhi hak-hak ASN maupun tenaga pendidik. Kemenag akan selalu memprioritaskan pembayaran hak tenaga pendidik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Di akhir arahannya, Kabid PAPKIS menekankan agar output atau hasil dari pelaksanaan Kegiatan Perkemahan ROHIS ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan mampu menjadi bukti nyata (eviden) dalam mendukung program prioritas Asta Protas Kementerian Agama.
Secara khusus, ia menitipkan harapan agar kegiatan ini dapat menyentuh dua poin utama dari Asta Protas, yaitu Kemenag Berdampak dan penerapan nilai-nilai Ekoteologi.
"Saya berharap para guru PAI sebagai binaan Kementerian Agama ikut serta menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama. Ruang dan ranah kita di kegiatan ini adalah bagaimana mewujudkan Kemenag yang berdampak positif secara nyata serta memiliki makna ekoteologi (kepedulian lingkungan berbasis nilai keagamaan)," pungkasnya.
Wilayah
Matangkan Persiapan Perkemahan ROHIS se-Sulbar, Kabid PAPKIS Tekankan Sinergitas dan Program Kemenag Berdampak
Matangkan Persiapan Perkemahan ROHIS se-Sulbar, Kabid PAPKIS Tekankan Sinergitas dan Program Kemenag Berdampak
- Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB