Mamuju, 2 Mei 2026 — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Barat menghadiri dan mendukung peluncuran Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) Tahun 2026, program Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, yang digelar pada Sabtu (2/5) di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan angka anak tidak sekolah serta memperluas akses pendidikan di Sulawesi Barat.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Mamuju, Sekretaris Daerah, unsur vertikal, serta Forkopimda se-Sulawesi Barat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah bersama dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah.
Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) 2026 dilatarbelakangi hasil rapat koordinasi konfirmasi data anak tidak sekolah di enam kabupaten di Sulawesi Barat. Dari 560 desa, terdapat 243 desa dengan sekitar 1.700 anak usia 16–21 tahun tidak bersekolah.
Faktor penyebab antara lain menikah atau mengurus rumah tangga, tidak melanjutkan sekolah, bekerja, keterbatasan biaya, jarak sekolah yang jauh, serta faktor sosial lainnya. Melalui program ini, sebanyak 550 anak dari enam kabupaten di Sulawesi Barat telah kembali bersekolah pada 2026.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa pendidikan menjadi penentu masa depan daerah.
“Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, generasi hari ini akan menentukan wajah Sulawesi Barat. Karena itu, anak-anak harus kembali bersekolah dan tidak boleh putus. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kanwil Kemenag Sulbar menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memastikan pemenuhan hak pendidikan anak secara merata dan berkelanjutan.
Wilayah
Kanwil Kemenag Sulbar Dukung GKB 2026: 550 Anak Kembali Bersekolah
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 09:48 WIB