Kontingen Pramuka Santri Sulbar Resmi Dilepas Ikuti PPSN 2026 di Malang

Kontingen Pramuka Santri Sulbar Resmi Dilepas Ikuti PPSN 2026 di Malang

Polewali Mandar — Kontingen Pramuka Santri Sulawesi Barat resmi dilepas untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) 2026 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pelepasan kontingen dilaksanakan pada Minggu (27/9/2026) di Aula al-Ikhlas Kantor Kemenag Polman.

Kontingen Pramuka Santri Sulawesi Barat secara resmi dilepas oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat, H. Adnan Nota, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) H. Muhammad Dinar Faisal yang sekaligus menjadi ketua kontingen.

Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Polewali Mandar H. Laupa, Ketua Tim Pondok Pesantren dan Ma’had Aly H. Andi Syahrul, Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Polman M. Athar S, para official, serta seluruh peserta kontingen Pramuka Santri Sulawesi Barat yang akan mengikuti PPSN 2026.

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Dinar Faisal melaporkan bahwa kontingen Sulawesi Barat yang diberangkatkan berjumlah 32 peserta, terdiri atas 16 putra dan 16 putri. Para peserta merupakan perwakilan dari empat pondok pesantren di Sulawesi Barat.

“Ada empat pesantren yang mendapatkan amanah mewakili Sulawesi Barat pada perkemahan tahun ini, yaitu Ponpes Nahdlatul Ummah, Ponpes Syekh Hasan Yamani, Ponpes Darul Mahfudz, dan Ponpes DDI Baruga,” ujar H. Muhammad Dinar Faisal.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar H. Adnan Nota dalam arahannya menyampaikan tiga pesan kepada para peserta sebelum mengikuti rangkaian PPSN 2026. Ia menekankan bahwa keikutsertaan para santri bukan hanya membawa nama pondok pesantren masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari representasi santri Sulawesi Barat.

“Ananda berangkat ini tidak membawa nama lembaga, tetapi membawa nama santri Provinsi Sulawesi Barat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kebersamaan dan kekompakan selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, seluruh anggota kontingen perlu menjaga semangat kebersamaan sebagai satu kesatuan dalam membawa nama Sulawesi Barat di tingkat nasional.

Pesan kedua yang disampaikan H. Adnan Nota berkaitan dengan semangat untuk meraih prestasi. Ia mendorong para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik.

“Kita ke sana untuk mencari prestasi dan bukan untuk ikut-ikutan,” tegasnya.

Pesan ketiga yang disampaikan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga nama baik Sulawesi Barat selama mengikuti kegiatan. Sikap, perilaku, dan interaksi para peserta diharapkan mencerminkan nilai-nilai positif santri sekaligus membawa citra baik daerah.

“Bawa nama baik Provinsi Sulawesi Barat, jangan jadikan nama Sulawesi Barat menjadi tidak baik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti perkemahan, termasuk memperhatikan konsumsi yang dimakan agar stamina tetap terjaga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

PPSN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan Pramuka Santri dari berbagai daerah sekaligus wadah bagi para santri untuk mengembangkan keterampilan, kebersamaan, dan pengalaman dalam kegiatan kepramukaan.


Daerah LAINNYA