MAJENE – Gema Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XI Tingkat Kabupaten Majene mulai terasa. Pada apel pagi Kamis kemarin (7/5), Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Jalal. menyampaikan pesan menyentuh tentang pentingnya kebersamaan untuk menyukseskan perhelatan mulia ini.
Beliau menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar panggung kompetisi bagi para peserta, melainkan sebuah "pesta religi" yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda di Kabupaten Majene.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah ajakan bagi para siswa, baik dari Madrasah maupun Sekolah Umum, untuk hadir dan menyaksikan langsung jalannya lomba. Kehadiran para pelajar dianggap sebagai elemen penting dalam menghidupkan ruh kegiatan ini.
"Kami sangat berharap anak-anak kita, siswa dari sekolah umum dan madrasah hadir menonton, untuk mendekatkan telinga dan hati mereka kepada lantunan ayat suci sejak dini," ujar Kasi PAI dalam arahannya.
Pelibatan siswa dalam menonton MTQ XI memiliki makna yang dalam bagi masa depan daerah. Melihat teman sebaya tampil memukau dalam tilawah atau hafalan Al-Qur’an diharapkan mampu memicu motivasi siswa lain untuk ikut mempelajari Al-Qur’an.
Ruang Inklusi, Tidak ada sekat antara madrasah dan sekolah umum; semua bersatu dalam apresiasi seni Islam yang indah.
Kemenag mengajak Bapak Ibu Guru dan orang tua untuk memfasilitasi anak-anak kita menyaksikan peristiwa berharga ini. Dukungan dan sorak sorai positif dari para pelajar akan menjadi energi tambahan bagi para duta Al-Qur’an yang sedang berjuang.
"MTQ XI Kabupaten Majene adalah milik kita semua. Mari datang menyaksikan, kita tunjukkan bahwa masyarakat Majene adalah masyarakat yang mencintai dan memuliakan Al-Qur’an," ajaknya.