Majene, (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene, H. M. Sahlan didampingi Kasi Bimas Islam, H. Muhammad Yusuf, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Pertemuan Rutin Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kab. Majene yang berlangsung di Aula SMKN 4 Majene, Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dan meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ka. Kanwil Kemenag Prov. Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, para Kepala Kantor Urusan Agama, jajaran Seksi Bimas Islam, serta seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Majene. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan untuk memperkuat peran strategis penyuluh agama di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Ka. Kanwil menegaskan pentingnya mewujudkan Kementerian Agama Berdampak melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menginstruksikan agar seluruh masjid yang telah dilakukan pengukuran arah kiblat segera dibuatkan piagam sebagai bentuk legalitas pelayanan Kementerian Agama.
Selain itu, para penyuluh agama juga didorong untuk aktif memproduksi konten-konten positif yang mengangkat program dan layanan Kementerian Agama sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
"Penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan dakwah secara langsung, tetapi juga harus mampu berdakwah di ruang digital. Hadirkan konten-konten positif yang mengangkat program dan layanan Kementerian Agama agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat, memperoleh informasi yang benar, serta terinspirasi oleh nilai-nilai kebaikan," ujar
Sementara itu, Ka. Kankemenag mengajak seluruh penyuluh agama untuk kembali menguatkan peran sebagai pembimbing, pendamping, sekaligus penggerak perubahan di tengah umat. Ia mengatakan bahwa keberadaan penyuluh agama harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan keagamaan sekaligus menghadirkan pelayanan yang humanis dan berdampak.
"Penyuluh agama harus menjadi garda terdepan dalam Gerakan Bebas Buta Baca Al-Qur'an di Kabupaten Majene. Kita harus menghadirkan Kementerian Agama yang dirasakan manfaatnya, dinikmati pelayanannya, dan dirindukan kehadirannya oleh masyarakat," tegasnya.
Selain memperkuat GBBBAQ Ka. Kankemenag juga mengingatkan pentingnya mengoptimalkan Program Masjid Ramah Musafir di seluruh wilayah Kabupaten Majene. Ia turut mengajak para penyuluh agama untuk terus menggerakkan Gerakan Sedekah Seribu Sehari (G3S) sebagai salah satu ikhtiar membangun kepedulian sosial dan memperkuat kemaslahatan umat melalui semangat berbagi.
Mengakhiri arahannya, Ka. Kankemenag menekankan pentingnya optimalisasi aplikasi E-Saraku sebagai instrumen penguatan budaya kerja, disiplin, akuntabilitas, dan peningkatan kinerja ASN. Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama, para Kepala KUA, IPARI, dan seluruh penyuluh agama semakin kokoh dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Majene.
Foto : Kadir
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman
Daerah
Kakankemenag Majene: Penyuluh Agama Garda Terdepan Wujudkan Kemenag Berdampak
- Senin, 13 Juli 2026 | 20:04 WIB