Mamuju- Langkah percepatan transformasi birokrasi terus digelorakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melalui kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) bertema “Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Kompeten untuk Kementerian Agama Berdampak”. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (2 April 2026).
Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan komitmen bersama yang dihadiri oleh para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten se-Sulawesi Barat, yakni Polewali Mandar, Mamuju, Majene, Mamuju Tengah, Mamasa, dan Pasangkayu. Hadir pula para kepala bagian, kepala seksi, serta koordinator tim di lingkungan Kanwil Kemenag Sulbar. Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Zain, memberikan arahan strategis secara virtual melalui Zoom.
Kakanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, dalam arahannya menegaskan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar agenda formal, melainkan gerakan kolektif yang harus dijalankan secara konsisten hingga ke level satuan kerja.
“Reformasi birokrasi yang kita jalankan hari ini harus menghadirkan perubahan nyata. Tidak hanya di kanwil, tetapi juga di seluruh kabupaten dan satuan kerja di Sulawesi Barat,” tegasnya.
Ia menggambarkan bahwa dinamika ASN terus bergerak. Setiap waktu ada pegawai yang memasuki masa pensiun, sehingga organisasi dituntut untuk terus melakukan penyesuaian dan penguatan kapasitas SDM agar roda pelayanan tetap berjalan optimal.
Lebih jauh, Adnan Nota menyoroti kondisi riil sumber daya manusia yang masih beragam dari sisi latar belakang pendidikan. Ia menyebutkan masih terdapat ASN dengan kualifikasi pendidikan dasar hingga menengah, yang menjadi tantangan tersendiri di tengah tuntutan birokrasi modern yang menekankan kompetensi dan profesionalitas.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pimpinan, kepala seksi, dan koordinator tim harus mengambil peran aktif untuk mendorong peningkatan kualitas SDM. Kita tidak lagi cukup bekerja secara prosedural, tetapi harus mampu menunjukkan hasil,” ujarnya.
Sebagai bagian dari perubahan mindset birokrasi, ia juga memperkenalkan konsep Gaspul, Gembira, dan Esaraku sebagai nilai-nilai kerja yang harus dihidupkan dalam keseharian ASN Kemenag sulbar.
Konsep Gaspul (Gerakan aktif sistematis pelayanan unggul) diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan memiliki kepastian. Salah satu contoh konkret adalah layanan legalisir ijazah yang harus dilaksanakan secara efisien serta didukung dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan terstandarisasi.
“Kalau masih ada pejabat yang belum memiliki SOP, berarti kita belum memberikan kepastian layanan. Ini harus segera dibenahi,” tegasnya.
Sementara itu, E-SARAku akan menjadi pendekatan baru dalam penilaian kinerja ASN. Ke depan, tunjangan kinerja tidak lagi semata-mata berbasis aktivitas, melainkan ditentukan oleh output atau hasil kerja yang terukur dari setiap individu.
Melalui pembinaan ini, Kanwil Kemenag Sulbar ingin memastikan bahwa setiap ASN bergerak dalam satu irama perubahan—lebih cepat, lebih responsif, dan lebih berdampak. Dengan SDM yang unggul dan kompeten, Kementerian Agama diharapkan mampu menghadirkan layanan publik yang semakin berkualitas dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Wilayah
Kanwil Kemenag Sulbar Pacu Transformasi ASN di Polman: SDM Unggul untuk Kemenag Berdampak
- Kamis, 2 April 2026 | 17:19 WIB