Mamuju, 29 Agustus 2025 — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat turut berperan aktif dalam Pertemuan Koordinasi Lembaga Penyedia Layanan Sekolah (LPLS) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Marannu Grand ini bertujuan menguatkan implementasi pelayanan kesehatan anak usia sekolah di tingkat provinsi.
Pertemuan ini dihadiri oleh 44 peserta terdiri dari lintas sektor pengelola Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), perwakilan pengelola program remaja dari Dinas Kesehatan kabupaten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Barat, Birokesra Kabupaten, serta Kementerian Agama kabupaten se-Sulawesi Barat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sinergi lintas sektor demi optimalisasi layanan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah di wilayah ini.
Kakanwil Kemenag Sulbar, H. Adnan Nota, hadir sebagai narasumber dalam pertemuan tersebut. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pentingnya perhatian dan perhatian khusus terhadap kesehatan anak usia sekolah sebagai bagian integral dalam membentuk generasi madrasah yang sehat secara jasmani, mental, dan spiritual.
“Kami di Kementerian Agama, baik di jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, maupun Aliyah, berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan ke dalam sistem pendidikan madrasah. Anak yang sehat akan lebih mudah menjadi anak yang cerdas, memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang baik, serta mampu melahirkan ide-ide cemerlang,” ujar H. Adnan Nota.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak bisa dilepaskan dari aspek kesehatan. Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menanamkan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter melalui penerapan pola hidup sehat dan bersih.
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Agama Republik Indonesia yang mendorong integrasi program Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai bagian dari pembangunan manusia Indonesia secara seutuhnya.
“Hari ini, kami di Kemenag tidak hanya fokus pada aspek fisik peserta didik, tetapi juga pada penguatan moralitas dan etika. Kami menggerakkan madrasah-madrasah untuk menjadikan praktik spiritual seperti shalat Dhuha sebagai bagian dari rutinitas harian, serta menerapkan ekoteologi. Pendidikan dan kesehatan harus berjalan beriringan – membentuk pribadi yang kuat secara fisik, matang secara emosional, dan luhur secara spiritual,” tambah beliau.
Di akhir sesi, dengan penuh keyakinan dan harapan, Kakanwil mengajak seluruh pihak yang hadir untuk terus bersinergi mewujudkan Sulawesi Barat yang sehat dan berakhlak mulia, demi masa depan cerah generasi mendatang.