Kemenag Majene Dukung Program Nasional Keamanan Pangan, Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

Monitoring dan Evaluasi Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu Tahun 2026

Majene, (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Majene yang diwakili oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Hj. Thalha S., menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (21/7/2026), sebagai bentuk komitmen bersama menghadirkan pangan yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Majene, instansi vertikal, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam mewujudkan keamanan pangan. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Majene yang diwakili oleh Asisten I, sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pihak-pihak yang menunjukkan komitmen dalam pelaksanaan Program Keamanan Pangan di Kabupaten Majene.

Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan membangun budaya keamanan pangan mulai dari lingkungan terkecil. Program ini dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu Desa Pangan Aman yang membina masyarakat agar mampu memproduksi dan mengonsumsi pangan secara aman, SAPA Sekolah (Sekolah Aman Pangan) yang mengedukasi warga sekolah mengenai pentingnya memilih jajanan dan makanan yang sehat, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) yang mendorong pengelolaan pangan di pasar tradisional agar memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

Penerapan ketiga program tersebut dinilai sangat penting bagi Kabupaten Majene. Selain mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan, program ini juga berperan mencegah berbagai risiko penyakit akibat pangan yang tidak memenuhi standar. Di sisi lain, keberhasilan program akan mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

Mewakili Ka. Kankemenag, Penyelenggara Zawak menyampaikan bahwa keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai-nilai keagamaan. Ia menyampaikan bahwa agama mengajarkan umat untuk mengonsumsi makanan yang halal, baik, sehat, dan memberikan manfaat bagi kehidupan.

"Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Menghadirkan pangan yang aman, sehat, dan halal merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT, melindungi kesehatan masyarakat, serta menyiapkan generasi yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia. Karena itu, sinergi seluruh pihak harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan sinergi antara BPOM, Pemerintah Kabupaten Majene, Kementerian Agama, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mengimplementasikan Program Nasional Keamanan Pangan Terpadu. Dengan demikian, Kabupaten Majene diharapkan mampu mewujudkan desa, sekolah, dan pasar yang semakin aman, sehat, serta menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang berkualitas, produktif, dan sejahtera.

Foto : Andhy
Kontributor : Rafidah Abdul Rahman


Daerah LAINNYA